Sertifikasi Pilot Drone Resmi dari DKPPU Kementerian Perhubungan
Semua yang perlu Anda ketahui sebelum mengurus sertifikat pilot drone, dari dasar hukum dan syarat peserta sampai alur SIDOPIGO, ditulis oleh tim yang sudah melatih ribuan peserta dari instansi pemerintah dan perusahaan.
Sertifikasi pilot drone adalah pengakuan resmi dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan, bahwa seseorang kompeten menerbangkan drone sesuai regulasi penerbangan sipil Indonesia. Sertifikat ini wajib dimiliki setiap pilot drone komersial dan diurus melalui sistem SIDOPIGO setelah peserta menempuh pelatihan dan lulus uji kompetensi.
Diterbitkan oleh DKPPU, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan
Diproses lewat SIDOPIGO, sistem daring resmi milik Ditjen Perhubungan Udara
Berdasar PM 63 Tahun 2021 tentang PKPS Bagian 107, Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak
Wajib bagi siapa pun yang menerbangkan drone untuk keperluan komersial
Terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun
Ditempuh melalui pelatihan, uji kompetensi, lalu penerbitan sertifikat
Apa itu sertifikasi pilot drone
Di lapangan istilahnya bermacam-macam. Ada yang menyebutnya sertifikat pilot drone, lisensi pilot drone, sertifikat remote pilot, atau Remote Pilot Certificate (RPC). Semuanya merujuk ke dokumen yang sama, yaitu bukti kompetensi yang diterbitkan DKPPU untuk orang yang mengendalikan pesawat udara kecil tanpa awak.
Sertifikat ini menilai orangnya, bukan dronenya. Pemegangnya dianggap paham aturan ruang udara, bisa membaca risiko cuaca, tahu prosedur darurat, dan mampu mengendalikan drone dengan aman. Registrasi drone adalah urusan terpisah, walaupun keduanya sama sama ditangani lewat SIDOPIGO.
Bagi klien, sertifikat ini adalah cara paling cepat membedakan pilot yang sekadar bisa terbang dengan pilot yang boleh dipercaya mengerjakan proyek. Karena itu tender pemerintah, BUMN, dan perusahaan besar makin sering mencantumkannya sebagai syarat administrasi, seperti yang kami bahas di alasan perusahaan memilih remote pilot bersertifikat.
Dasar hukum yang mengaturnya
Payung hukumnya adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2021 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) Bagian 107 tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak. Dalam bahasa regulasi, drone disebut SPUKTA, dan Bagian 107 inilah yang mengatur registrasi, sertifikasi remote pilot, sampai tata cara pengoperasiannya.
Pelaksananya adalah DKPPU di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. DKPPU menetapkan standar kompetensi, mengelola uji kompetensi, dan menerbitkan sertifikat melalui SIDOPIGO. Uraian pasal demi pasalnya bisa dibaca di pembahasan PM 63 Tahun 2021, sedangkan asal istilahnya kami jelaskan di apa itu SPUKTA.
Sertifikat pilot hanyalah satu dari tiga urusan di SIDOPI GO. Drone wajib diregistrasi sampai memperoleh Tanda Pendaftaran dengan acuan KP 242 Tahun 2019, sedangkan setiap penerbangan di wilayah dan waktu tertentu memerlukan Persetujuan Operasi Pesawat Udara Tanpa Awak dengan acuan PM 37 Tahun 2020. Kurikulum pelatihannya sendiri diatur DKPPU melalui SE.009/DKPPU/IX/2022.
Satu hal yang sering terlewat, regulasi ini terus diperbarui melalui keputusan dan surat edaran turunan. Itu sebabnya materi regulasi di kelas kami selalu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku saat pelatihan berlangsung, bukan saat modul pertama kali ditulis.
Siapa yang wajib memilikinya
Garis batasnya ada pada tujuan penerbangan. Begitu drone dipakai untuk pekerjaan yang menghasilkan imbalan, entah pemetaan lahan, inspeksi menara, dokumentasi proyek, atau video pernikahan berbayar, penerbangnya wajib memegang sertifikat remote pilot. Status pegawai negeri atau karyawan perusahaan tidak mengubah kewajiban ini.
Penghobi yang terbang murni untuk rekreasi berada di kategori berbeda, tetapi tetap terikat aturan kawasan terbang dan ketentuan registrasi drone. Batas antara hobi dan komersial lebih tipis dari yang dikira banyak orang, dan rinciannya ada di perbedaan drone hobi dan drone komersial.
Risiko terbang komersial tanpa sertifikat tidak kecil, mulai dari penghentian kegiatan sampai sanksi administratif dan pidana bila menimbulkan bahaya. Gambarannya kami uraikan di sanksi hukum bagi operator drone tanpa sertifikat.
DKPPU, BNSP, dan sertifikat pelatihan
Pertanyaan yang paling sering masuk ke WhatsApp kami adalah soal sertifikat mana yang sebenarnya dibutuhkan. Ketiganya sah, tetapi fungsinya berbeda, dan hanya satu yang menjadi syarat regulator untuk operasi komersial.
Aspek
Sertifikat Remote Pilot DKPPU
Sertifikat Kompetensi BNSP
Sertifikat Pelatihan
Penerbit
DKPPU, Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan
Lembaga Sertifikasi Profesi berlisensi BNSP
Lembaga pelatihan penyelenggara
Yang dibuktikan
Kompetensi menerbangkan drone sesuai regulasi penerbangan sipil
Kompetensi profesi tertentu, misalnya surveyor pemetaan udara
Peserta telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan
Syarat operasi komersial
Ya, ini sertifikat yang diwajibkan regulator
Tidak menggantikan sertifikat remote pilot
Tidak, tetapi menjadi bekal sebelum uji kompetensi
Persyaratan administrasinya relatif sederhana. Yang membuat proses tersendat biasanya bukan syaratnya, melainkan berkas yang disiapkan terburu-buru di menit terakhir.
Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 17 tahun
KTP yang masih berlaku
Pasfoto berlatar merah
Surat keterangan sehat dari dokter yang menyebutkan tidak buta warna
Telah mengikuti pelatihan aeronautical knowledge dan praktik terbang
Akun SIDOPIGO aktif untuk mengajukan uji kompetensi
Surat keterangan sehat sebaiknya diurus setelah jadwal uji kompetensi jelas, karena dokumen kesehatan punya batas waktu berlaku. Daftar berkas versi lengkap beserta format unggahannya ada di dokumen yang harus disiapkan sebelum mendaftar.
Alur Sertifikasi
Lima tahap dari pelatihan sampai sertifikat terbit
01
Ikuti pelatihan
Pelajari aeronautical knowledge dan latih kemampuan terbang bersama instruktur. Tahap ini membekali Anda dengan materi yang nanti diujikan.
02
Siapkan berkas
Kumpulkan KTP, pasfoto berlatar merah, surat keterangan sehat, dan sertifikat pelatihan dalam bentuk digital yang jelas terbaca.
03
Daftar di SIDOPIGO
Buat akun, lengkapi biodata, unggah berkas, lalu ajukan permohonan sertifikat remote pilot melalui sistem resmi Ditjen Perhubungan Udara.
04
Tempuh uji kompetensi
Jawab soal teori aeronautical knowledge dan tunjukkan kemampuan terbang sesuai standar kompetensi yang berlaku.
05
Sertifikat terbit
Setelah dinyatakan lulus dan berkas diverifikasi, sertifikat remote pilot diterbitkan DKPPU dan tercatat di SIDOPIGO.
Uji kompetensi terdiri dari dua bagian. Bagian teori menguji aeronautical knowledge yang disusun mengikuti standar kompetensi nasional, sedangkan bagian praktik menilai cara Anda mengendalikan drone dari lepas landas sampai mendarat.
Teori aeronautical knowledge
Regulasi dan peraturan pengoperasian SPUKTA di Indonesia
Klasifikasi ruang udara, KKOP, dan pembatasan penerbangan
Cuaca penerbangan dan pengaruhnya terhadap performa drone
Beban, pusat gravitasi, dan penentuan performa sesuai kondisi operasi
Prosedur darurat dan aeronautical decision making
Crew resource management dan komunikasi radio
Pengaruh kelelahan, alkohol, dan obat-obatan terhadap penerbang
Inspeksi pra-terbang, perawatan drone, dan koordinasi dengan bandar udara
Praktik terbang
Checklist pra-terbang dan pasca-terbang
Pengaturan return to home, batas ketinggian, dan batas jarak
Lepas landas, hover stabil, dan pendaratan presisi
Manuver maju, mundur, ke samping, dan rotasi yaw
Pola terbang kotak, lingkaran, dan angka delapan
Simulasi kehilangan sinyal dan baterai lemah
Dari pengalaman kami, pola angka delapan dan simulasi kehilangan sinyal adalah dua bagian yang paling sering membuat peserta gugup. Pilot otodidak justru kerap tersandung di sesi regulasi, karena kebiasaan terbang yang selama ini dianggap wajar ternyata melanggar batas ruang udara. Format penilaiannya kami jabarkan di tahapan ujian praktik dan teori.
Biaya dan lama prosesnya
Biaya sertifikasi pilot drone tidak seragam. Angkanya bergantung pada format kelas, jumlah hari praktik, apakah drone disediakan penyelenggara, dan apakah pendampingan SIDOPIGO sudah termasuk. Membandingkan harga tanpa melihat komponen ini sering membuat calon peserta salah pilih.
Untuk biaya terbaru dan jadwal batch terdekat di Remote Pilot Academy, cara paling cepat adalah bertanya langsung lewat WhatsApp 0811 31 9191. Tim kami akan menjelaskan apa saja yang sudah termasuk sehingga tidak ada biaya tersembunyi di belakang.
Soal waktu, program reguler kami berjalan enam hari, empat hari teori online dan dua hari praktik tatap muka. Lama penerbitan sertifikat setelah uji kompetensi bergantung pada antrean verifikasi di DKPPU, dan perkiraannya kami bahas di berapa lama waktu meraih sertifikasi remote pilot.
Setelah sertifikat di tangan
Sertifikat remote pilot memiliki masa berlaku yang tercantum pada dokumennya, dan perlu diperbarui sebelum habis agar operasi tetap sah. Catat tanggalnya sejak hari pertama, karena pilot yang sibuk di lapangan paling sering lupa justru di bagian ini. Prosedurnya ada di cara memperpanjang sertifikasi remote pilot.
Sertifikat juga membuka pintu karier. Alumni kami banyak yang kemudian dipercaya memegang tim drone di instansi masing-masing, dan sebagian lain membuka jasa pemetaan atau dokumentasi udara sendiri. Peluangnya kami petakan di prospek karier remote pilot bersertifikat.
Didampingi dari kelas pertama sampai sertifikat DKPPU terbit
Program kami menggabungkan empat hari teori online dan dua hari praktik terbang tatap muka di Jakarta, dengan drone latihan yang kami sediakan. Setelah kelas selesai, tim kami mendampingi pendaftaran SIDOPIGO dan uji kompetensi sampai sertifikat remote pilot benar-benar terbit.
Instruktur kami bersertifikat BNSP dengan pengalaman mengajar lebih dari sepuluh tahun, dan telah melatih ribuan peserta dari kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, serta perusahaan swasta di seluruh Indonesia.
Yang sering ditanyakan soal sertifikasi pilot drone
Apa itu sertifikasi pilot drone?
Sertifikasi pilot drone adalah pengakuan resmi dari DKPPU Kementerian Perhubungan bahwa seseorang kompeten menerbangkan drone sesuai regulasi penerbangan sipil Indonesia. Sertifikat ini juga dikenal sebagai sertifikat remote pilot atau Remote Pilot Certificate (RPC), dan diurus melalui sistem SIDOPIGO.
Apakah sertifikasi pilot drone wajib?
Wajib bagi siapa pun yang menerbangkan drone untuk keperluan komersial, termasuk pemetaan, inspeksi, dokumentasi berbayar, dan pekerjaan proyek. Untuk penerbangan rekreasi, aturan kawasan terbang dan ketentuan registrasi drone tetap berlaku.
Siapa yang menerbitkan sertifikat pilot drone di Indonesia?
Sertifikat remote pilot diterbitkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Sertifikat BNSP dan sertifikat pelatihan tidak menggantikan sertifikat ini.
Apa saja syarat sertifikasi pilot drone?
Peserta harus Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP, pasfoto berlatar merah, surat keterangan sehat yang menyebutkan tidak buta warna, serta telah mengikuti pelatihan sebelum mengajukan uji kompetensi di SIDOPIGO.
Apakah bisa langsung ujian tanpa pelatihan?
Pelatihan menjadi bekal wajib sebelum uji kompetensi, karena materi aeronautical knowledge dan praktik terbang yang diujikan cukup luas. Peserta yang menempuh pelatihan terstruktur jauh lebih siap menghadapi ujian teori maupun praktik.
Apakah drone harus dibawa sendiri saat pelatihan?
Di Remote Pilot Academy tidak perlu. Drone untuk latihan terbang dan ujian praktik disediakan panitia selama sesi tatap muka.
Berapa biaya sertifikasi pilot drone?
Biaya bergantung pada format pelatihan, jumlah peserta, dan lokasi kelas. Untuk informasi biaya terbaru dan jadwal batch terdekat, hubungi tim Remote Pilot Academy melalui WhatsApp di 0811 31 9191.
Apakah pelatihan bisa diikuti dari luar Jakarta?
Bisa. Kelas teori diselenggarakan online, sehingga peserta dari seluruh Indonesia cukup hadir untuk sesi praktik terbang tatap muka. Instansi dan perusahaan juga bisa mengadakan in-house training di lokasi mereka sendiri.
Apa itu SIDOPI GO?
SIDOPI GO adalah sistem daring resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk tiga layanan drone, yaitu Sertifikat Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak, Remote Pilot Certificate, dan Persetujuan Operasi Pesawat Udara Tanpa Awak. Pendaftaran akun, unggah berkas, dan pengajuan sertifikat pilot drone semuanya dilakukan di sistem ini.
Apa itu RPC?
RPC adalah singkatan dari Remote Pilot Certificate, nama resmi sertifikat pilot drone yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Istilah sertifikat pilot drone, lisensi pilot drone, dan sertifikat remote pilot merujuk ke dokumen yang sama.
Bagaimana cara daftar sertifikasi pilot drone di SIDOPI GO?
Buat akun SIDOPI GO dengan email aktif, lengkapi biodata, unggah berkas seperti KTP, pasfoto berlatar merah, surat keterangan sehat, dan sertifikat pelatihan, lalu ajukan permohonan Remote Pilot Certificate. Peserta Remote Pilot Academy didampingi di setiap tahap ini sampai sertifikat terbit.
Apakah sertifikat pilot drone sama dengan izin terbang?
Tidak. Sertifikat pilot drone membuktikan kompetensi penerbangnya, sedangkan izin untuk menerbangkan drone di wilayah dan waktu tertentu diajukan terpisah sebagai Persetujuan Operasi Pesawat Udara Tanpa Awak dengan acuan PM 37 Tahun 2020. Keduanya diurus melalui SIDOPI GO.
Apakah drone saya juga harus didaftarkan?
Ya, registrasi drone adalah kewajiban tersendiri di luar sertifikat pilot. Drone didaftarkan melalui SIDOPI GO sampai memperoleh Tanda Pendaftaran, dengan acuan KP 242 Tahun 2019.
Drone seberat apa yang tercakup dalam sertifikat remote pilot?
Sertifikat remote pilot yang diajukan melalui SIDOPI GO adalah kategori Small Unmanned Aircraft System, yaitu untuk drone dengan berat maksimal 25 kilogram atau 55 lbs. Drone di atas batas itu diatur dengan ketentuan yang berbeda.
Apakah drone kecil untuk hobi perlu sertifikat?
Untuk penerbangan rekreasi murni, sertifikat pilot drone tidak menjadi kewajiban, tetapi aturan kawasan terbang seperti sekitar bandara tetap berlaku. Begitu drone yang sama dipakai untuk pekerjaan berbayar, penerbangnya masuk kategori operasi komersial dan wajib bersertifikat.
Apa bedanya sertifikat APDI dengan sertifikat DKPPU?
APDI adalah asosiasi pilot drone, sehingga sertifikatnya merupakan sertifikat asosiasi. Sertifikat yang diterbitkan regulator penerbangan dan menjadi syarat operasi komersial adalah Remote Pilot Certificate dari DKPPU yang diurus melalui SIDOPI GO.
Apakah pelatihan harus di lembaga yang diakui?
Ya. DKPPU mengatur kurikulum dan silabus remote pilot rating melalui SE.009/DKPPU/IX/2022 serta prosedur evaluasi lembaga pelatihan yang diakui. Sebelum mendaftar, pastikan lembaga yang Anda pilih mengikuti kurikulum tersebut dan mendampingi sampai tahap SIDOPI GO.
Berapa lama masa berlaku sertifikat pilot drone?
Masa berlaku tertera pada sertifikat yang diterbitkan, dan ketentuannya mengikuti kebijakan DKPPU yang berlaku saat sertifikat terbit. Perpanjangan diajukan kembali melalui SIDOPI GO, sebaiknya jauh sebelum tanggal berakhir agar tidak ada jeda operasi.
Berapa lama pelatihan sertifikasi pilot drone?
Program reguler Remote Pilot Academy berjalan enam hari, terdiri dari empat hari teori online dan dua hari praktik terbang tatap muka. Lama penerbitan sertifikat setelah uji kompetensi bergantung pada proses verifikasi di DKPPU.
Apakah pemula yang belum pernah menerbangkan drone bisa ikut?
Bisa. Latihan dimulai dari lepas landas, hover, dan pendaratan dasar, lalu naik bertahap ke manuver dan pola terbang. Tempo latihan disesuaikan dengan kemampuan awal masing-masing peserta.
Apakah harus bisa berbahasa Inggris?
PKPS Bagian 107 mensyaratkan pemohon mampu membaca, berbicara, menulis, dan memahami bahasa Inggris, karena banyak istilah penerbangan dan antarmuka aplikasi kendali memakai bahasa Inggris. Di kelas kami, seluruh materi dijelaskan dalam bahasa Indonesia beserta padanan istilah teknisnya.
Apakah penderita buta warna bisa ikut sertifikasi?
Salah satu berkas yang diminta adalah surat keterangan sehat yang menyebutkan tidak buta warna. Jika Anda memiliki kondisi penglihatan tertentu, konsultasikan dulu dengan tim kami dan dokter pemeriksa sebelum mendaftar.
Apakah sertifikat pilot drone Indonesia berlaku di luar negeri?
Sertifikat ini diterbitkan otoritas penerbangan Indonesia untuk operasi di wilayah Indonesia. Untuk terbang di negara lain, Anda perlu mengikuti aturan dan proses sertifikasi otoritas penerbangan negara tersebut.
Bagaimana cara mengecek keaslian sertifikat pilot drone?
Sertifikat resmi diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan datanya tercatat di SIDOPI GO. Minta pemegangnya menunjukkan nomor dan data sertifikat, lalu cocokkan nama, kategori, dan masa berlakunya. Waspadai sertifikat yang hanya berupa sertifikat pelatihan tetapi diklaim sebagai lisensi resmi.
Apakah pegawai instansi pemerintah juga wajib bersertifikat?
Ya, kewajiban sertifikat melekat pada kegiatan penerbangannya, bukan status kepegawaian. Pegawai kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN yang ditugaskan menerbangkan drone untuk pemetaan, pemantauan, atau dokumentasi tetap perlu memegang sertifikat remote pilot.
Apa risikonya menerbangkan drone komersial tanpa sertifikat?
Operasi dapat dihentikan dan operator dapat dikenai sanksi sesuai regulasi penerbangan, terlebih jika penerbangan menimbulkan bahaya bagi orang lain. Di luar sanksi, klien pemerintah dan perusahaan umumnya tidak mau mengontrak pilot yang tidak bisa menunjukkan sertifikat resmi.
Diperbarui 5 Oktober 2026 oleh tim Remote Pilot Academy, PT Remote Pilot Indonesia.
Siap mengurus sertifikasi pilot drone Anda?
Kirim pesan ke 0811 31 9191 untuk jadwal batch terdekat, biaya, dan pendaftaran. Kami bantu sampai sertifikat Anda terbit.