Bagi Anda yang berkecimpung di industri drone komersial di Indonesia, istilah 'rating' dan 'kelas' dalam sertifikasi remote pilot mungkin terdengar serupa, namun keduanya memiliki makna dan implikasi yang berbeda signifikan. Pemahaman yang jelas mengenai perbedaan ini sangat krusial untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi DKPPU dan mengoptimalkan lingkup operasional Anda sebagai pilot drone bersertifikat.
Sistem sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) di Indonesia, yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, dirancang untuk memastikan bahwa setiap pilot memiliki kompetensi yang sesuai dengan jenis operasi drone yang akan mereka lakukan. Sertifikasi RPC ini wajib bagi setiap pilot drone yang mengoperasikan pesawat tanpa awak secara komersial.
Membedah Konsep 'Rating' dalam RPC
Dalam konteks sertifikasi remote pilot, 'rating' merujuk pada jenis pesawat tanpa awak (drone) yang Anda memiliki kompetensi dan izin untuk mengoperasikannya. Rating ini biasanya spesifik untuk kategori drone tertentu berdasarkan konfigurasi atau karakteristiknya.
- Multirotor Rating, Ini adalah rating paling umum, yang memungkinkan pilot mengoperasikan drone dengan lebih dari satu rotor (misalnya quadcopter, hexacopter, octocopter). Sebagian besar aplikasi drone komersial seperti pemetaan, inspeksi, dan fotografi udara menggunakan drone multirotor.
- Fixed-Wing Rating, Untuk drone sayap tetap yang menyerupai pesawat terbang konvensional. Drone jenis ini sering digunakan untuk survei area luas atau pemantauan jarak jauh karena efisiensi aerodinamisnya.
- Hybrid (VTOL) Rating, Untuk drone yang menggabungkan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (Vertical Take-off and Landing) seperti multirotor, namun dapat terbang jelajah seperti fixed-wing.
Setiap rating memerlukan pelatihan dan ujian praktik yang spesifik untuk jenis drone tersebut. Remote Pilot Academy menawarkan Sertifikasi Remote Pilot (RPC) yang mencakup rating multirotor sebagai dasar, mengingat dominasi jenis drone ini di pasar.
Memahami 'Kelas' dalam Sertifikasi Remote Pilot
Sementara 'rating' berkaitan dengan jenis platform drone, 'kelas' sertifikasi mengacu pada tingkat kompleksitas dan risiko operasional yang diizinkan bagi seorang pilot. Ini adalah pengelompokan berdasarkan hak operasi dan kompetensi tambahan yang dimiliki pilot, yang seringkali mencerminkan evolusi pengalaman dan pelatihan lanjutan seorang pilot.
Kompetensi Tingkat Dasar (VLOS Standar)
Kelas ini ditujukan untuk pilot yang melakukan operasi standar, penerbangan VLOS (Visual Line of Sight) dengan drone kategori ringan hingga menengah, di area terbuka, pada kondisi cuaca baik, dan tanpa payload khusus. Pilot dengan kelas ini diizinkan mengoperasikan drone hingga ketinggian 400 kaki di atas permukaan tanah dan dalam jarak pandang mata. Ini adalah titik awal bagi banyak pilot dan fondasi untuk operasi yang lebih kompleks. Pelatihan untuk tingkat dasar biasanya berfokus pada 12 area standar seperti yang diatur oleh DKPPU.
Kompetensi Tingkat Lanjut (BVLOS, Malam, Area Padat)
Kelas ini mencakup operasi yang lebih kompleks dan berisiko tinggi. Sertifikasi drone tingkat lanjut memungkinkan pilot untuk melakukan operasi Beyond Visual Line of Sight (BVLOS), operasi di area padat penduduk, penerbangan malam, atau penggunaan drone dengan beban muatan khusus. Tingkat lanjut menambahkan lapisan kompetensi yang signifikan di atas fondasi yang sudah dibangun di tingkat dasar, dengan materi tambahan meliputi manajemen risiko operasi BVLOS, sistem command and control jarak jauh, serta regulasi spesifik BVLOS. Pilot di kelas ini seringkali memiliki rating tambahan seperti BVLOS Rating atau Instructor Rating, yang menunjukkan keahlian spesifik yang diperoleh melalui pelatihan dan ujian tambahan.
Sinergi Rating dan Kelas dalam Operasi Drone
Perbedaan antara rating dan kelas sangat penting karena sertifikat RPC yang Anda peroleh akan mencantumkan rating dan kelas yang Anda miliki. Misalnya, seorang pilot mungkin memiliki 'Multirotor Rating' dengan 'Kompetensi Tingkat Dasar' yang membatasi mereka pada operasi VLOS standar. Namun, dengan pelatihan tambahan dan ujian yang relevan, mereka bisa mendapatkan 'BVLOS Rating' yang memungkinkan operasi di luar garis pandang visual, yang merupakan bagian dari 'Kompetensi Tingkat Lanjut'.
Untuk memastikan Anda selalu beroperasi sesuai regulasi, sangat penting untuk memahami batasan dari setiap rating dan kelas yang tertera pada sertifikat RPC Anda. Informasi lebih lanjut mengenai regulasi ini dapat Anda temukan dalam artikel Panduan Lengkap Regulasi Drone Komersial di Indonesia Berdasarkan Aturan DKPPU. Ingat, setiap operasi di luar batasan sertifikasi Anda memerlukan persetujuan tambahan dari Kemenhub.
Baca Juga
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Meraih Sertifikasi Remote Pilot?

Langkah Selanjutnya untuk Pilot Profesional
Memilih jalur sertifikasi yang tepat adalah investasi krusial bagi karir pilot drone profesional. Banyak pilot memulai dari tingkat dasar, membangun jam terbang dan pengalaman lapangan, lalu mengambil tingkat lanjut ketika kebutuhan operasional meningkat. Pendekatan ini lebih realistis dan seringkali lebih efisien biaya dalam jangka panjang.
Jika Anda atau tim Anda ingin meningkatkan kompetensi dan memperluas lingkup operasional drone, Remote Pilot Academy menyediakan berbagai program pelatihan yang disesuaikan. Kami menawarkan pelatihan sertifikasi remote pilot mulai dari tingkat dasar hingga keahlian khusus, baik dalam format kelas reguler maupun in-house training untuk organisasi. Kunjungi halaman pelatihan kami untuk mengetahui program terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan tim.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.


