Bagi Anda yang berencana memasuki dunia operasional drone komersial di Indonesia, memiliki Sertifikasi Remote Pilot (RPC) adalah sebuah keharusan. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proses sertifikasi seringkali menjadi pertanyaan utama. Artikel ini akan menguraikan setiap tahapan, memberikan estimasi durasi, dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi total waktu Anda meraih sertifikat.
Memahami Tahapan Proses Sertifikasi RPC
Proses perolehan RPC di Indonesia telah distandarisasi dan diatur oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) di bawah Kementerian Perhubungan. Seluruh alur pendaftaran kini terintegrasi melalui sistem SIDOPI GO.
Secara umum, tahapan-tahapan yang harus dilalui meliputi,
- Ground School di Training Center Resmi, Ini adalah fondasi utama, di mana calon pilot mendapatkan pelatihan intensif mengenai regulasi penerbangan, aerodinamika, meteorologi, navigasi, dan manajemen risiko.
- Pendaftaran dan Unggah Dokumen di SIDOPI GO, Setelah ground school, Anda akan mendaftar dan mengunggah semua persyaratan dokumen melalui platform online SIDOPI GO.
- Review Dokumen oleh DKPPU, Tim DKPPU akan memverifikasi kelengkapan dan keabsahan setiap berkas yang Anda kirimkan.
- Ujian Teori dan Praktik, Jika dokumen disetujui, Anda akan dijadwalkan untuk mengikuti ujian teori dan praktik yang diawasi.
- Penerbitan RPC, Setelah berhasil lulus semua ujian, DKPPU akan menerbitkan sertifikat RPC Anda.
Estimasi Durasi Setiap Tahapan
Meskipun prosesnya terstruktur, durasi setiap tahapan bisa bervariasi. Berikut adalah estimasi waktu yang perlu Anda perhitungkan,
1. Ground School, 3-5 Hari
Tahap awal ini adalah pelatihan tatap muka atau virtual di UAS Training Center (UASTC) resmi seperti Remote Pilot Academy. Kurikulum pelatihan mengacu pada 12 area pengetahuan aeronautika yang ditetapkan CASR Part 107. Durasi rata-rata untuk program dasar adalah 3 hingga 5 hari. Setelah selesai, Anda akan menerima sertifikat pelatihan dari UASTC, yang merupakan syarat wajib untuk pengajuan RPC.
2. Persiapan Dokumen dan Pendaftaran SIDOPI GO, 1-2 Hari
Setelah ground school, Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen penting untuk diunggah ke SIDOPI GO. Dokumen-dokumen tersebut meliputi, surat permohonan, formulir DGCA No. 107-01, KTP/SIM/Paspor, foto latar belakang merah, sertifikat pelatihan dari UASTC, dan surat keterangan sehat dari dokter. Penting untuk diingat, surat keterangan sehat hanya berlaku 72 jam sejak tanggal penerbitan. Jadi, pastikan Anda mengurusnya di hari yang sama atau sehari sebelum mengunggah semua berkas ke SIDOPI GO.
3. Review Dokumen oleh DKPPU, 1-4 Minggu
Ini adalah tahapan yang paling sulit diprediksi. Setelah dokumen disubmit di SIDOPI GO, berkas akan masuk antrean untuk ditinjau oleh tim DKPPU. Dalam kondisi volume pengajuan normal, review bisa selesai dalam satu hingga dua minggu. Namun, saat antrean panjang, misalnya setelah ada kebijakan baru atau menjelang periode tertentu, bisa memakan waktu tiga hingga empat minggu atau lebih. Jika ada dokumen yang tidak lengkap atau tidak memenuhi syarat, pengajuan akan dikembalikan, yang berarti Anda harus melengkapi dan mengunggah ulang, lalu masuk kembali ke antrean review.
4. Jeda ke Jadwal Ujian dan Ujian, 1-3 Minggu (Jeda), 1-2 Hari (Ujian)
Setelah berkas dinyatakan lolos review DKPPU, Anda akan mendapatkan jadwal ujian. Jeda waktu antara persetujuan review dan ketersediaan slot ujian bisa berkisar 1 hingga 3 minggu. Ujian sendiri terbagi dua, teori dan praktik, yang umumnya diselesaikan dalam 1 hingga 2 hari. Jika tidak lulus pada percobaan pertama, ujian bisa diulang, namun ada batas jumlah percobaan sebelum peserta harus mengikuti kembali sebagian pelatihan.
5. Penerbitan RPC, 3-7 Hari
Setelah berhasil lulus ujian teori dan praktik, RPC Anda akan diterbitkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Penerbitan sertifikat ini biasanya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja. Sertifikat Remote Pilot ini berlaku selama 12 bulan sejak tanggal penerbitan dan mencantumkan nama pemegang, kategori sertifikasi, rating (misalnya multirotor), tanggal terbit, tanggal kedaluwarsa, dan nomor sertifikat.
Secara keseluruhan, jika semua berjalan lancar tanpa hambatan administratif, proses sertifikasi bisa selesai dalam empat hingga enam minggu. Namun, secara realistis, banyak peserta menyelesaikan proses ini dalam rentang satu hingga tiga bulan, tergantung kecepatan review DKPPU dan ketersediaan jadwal ujian saat itu. Sangat disarankan untuk memulai proses sertifikasi setidaknya tiga bulan sebelum Anda membutuhkan RPC untuk proyek besar.
Mengapa Perencanaan Waktu Sangat Krusial?
Memahami durasi ini penting untuk perencanaan karier dan proyek Anda. Mengoperasikan drone secara komersial dengan RPC yang sudah kedaluwarsa atau tanpa sertifikat akan diperlakukan sama dengan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, perpanjangan RPC harus dilakukan sebelum masa berlaku habis, dengan persyaratan seperti bukti jam terbang aktif dan tidak ada catatan pelanggaran regulasi serius.
Dengan perencanaan yang matang dan persiapan dokumen yang cermat, Anda dapat mempercepat proses ini. Pastikan semua dokumen benar dan lengkap sejak awal untuk menghindari penundaan. Jika Anda siap untuk memulai perjalanan menjadi pilot drone profesional bersertifikat, program pelatihan Remote Pilot Academy siap membimbing Anda melalui setiap tahapan.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.



