Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Sertifikasi Remote Pilot, Mengatasi Kendala Umum Registrasi di SIDOPI GO

Kembali ke Blog
Sertifikasi9 Agustus 20265 menit baca

Sertifikasi Remote Pilot, Mengatasi Kendala Umum Registrasi di SIDOPI GO

Proses sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) melalui SIDOPI GO kerap menemui kendala. Artikel ini mengulas tantangan umum dan solusi praktis untuk memastikan pengajuan sertifikasi Anda berjalan lancar.

Seorang pilot drone sedang melihat monitor dengan formulir registrasi online.

Mendapatkan Remote Pilot Certificate (RPC) adalah langkah krusial bagi setiap individu yang ingin mengoperasikan pesawat udara tanpa awak (PUTA) atau drone secara legal di Indonesia, terutama untuk tujuan komersial. Proses ini diatur melalui Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 107 (CASR Part 107) dan dilakukan secara terpusat melalui platform SIDOPI GO yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Namun, dalam perjalanannya, tidak jarang para calon Remote Pilot menemui berbagai hambatan yang dapat memperlambat proses pengajuan.

SIDOPI GO sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi Drone Pesawat Udara Tanpa Awak Indonesia dan GO merujuk pada platform online-nya, yang menjadi gerbang resmi untuk registrasi drone, penerbitan RPC, dan persetujuan operasi terbang. Memahami alur serta potensi kendala yang mungkin muncul adalah kunci untuk memastikan proses sertifikasi Anda berjalan efisien dan tanpa hambatan yang berarti. Banyak pelamar yang terjebak pada tahapan awal karena kurangnya pemahaman detail persyaratan.

Sebagai penyedia pelatihan sertifikasi Remote Pilot terkemuka, Remote Pilot Academy seringkali menerima pertanyaan dan keluhan mengenai kesulitan yang dihadapi oleh peserta saat berinteraksi dengan sistem SIDOPI GO. Artikel ini akan mengupas tuntas kendala-kendala umum tersebut dan memberikan panduan praktis untuk mengatasinya, sehingga Anda dapat fokus pada persiapan ujian dan operasi drone yang aman.

Memahami Alur Pengajuan RPC di SIDOPI GO

Sebelum membahas kendala, penting untuk memahami garis besar alur pengajuan RPC di SIDOPI GO. Prosesnya dimulai dari mengikuti ground school di UAS Training Center (UASTC) yang diakui oleh Kementerian Perhubungan, seperti Remote Pilot Academy. Setelah mendapatkan sertifikat pelatihan, barulah Anda dapat memulai proses pendaftaran di SIDOPI GO.

Langkah-langkah utamanya meliputi pembuatan akun, pengisian biodata, pengunggahan dokumen persyaratan, proses review oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), penjadwalan ujian teori dan praktik, hingga akhirnya penerbitan RPC. Setiap tahapan memiliki detail yang harus diperhatikan, dan kesalahan kecil bisa menyebabkan aplikasi Anda dikembalikan untuk perbaikan. Misalnya, menjelaskan bahwa berkas akan masuk ke antrian review DKPPU setelah di-submit.

Salah satu poin krusial adalah kelengkapan dan keabsahan dokumen. DKPPU akan memverifikasi setiap berkas yang diunggah, mulai dari sertifikat pelatihan dari UASTC, kartu identitas, hingga surat keterangan sehat. Jika ada ketidaksesuaian atau kekurangan, status pengajuan akan dikembalikan dan Anda perlu melengkapi atau mengunggah ulang. Ini adalah fase di mana banyak pelamar mengalami penundaan.

Kendala Umum Saat Registrasi dan Pengunggahan Dokumen

Salah satu kendala paling sering ditemui adalah terkait kelengkapan dan kualitas dokumen yang diunggah. Foto dokumen yang buram, terpotong, atau tidak sesuai format seringkali menjadi penyebab penolakan awal. Pastikan setiap dokumen yang Anda pindai atau foto memiliki resolusi tinggi, terlihat jelas, dan semua informasi penting terbaca dengan baik. secara spesifik menyebutkan bahwa foto dokumen yang buram atau terpotong adalah penyebab umum penolakan.

Surat keterangan sehat juga menjadi titik rawan. Berdasarkan informasi dari, surat ini hanya berlaku 72 jam sejak diterbitkan. Jika Anda mengurusnya terlalu jauh dari tanggal pengajuan di SIDOPI GO, dokumen tersebut akan ditolak. Solusinya adalah mengurus surat sehat di hari yang sama atau sehari sebelum Anda berencana melakukan pengajuan di sistem. Ini adalah detail kecil yang sering terlewat namun berdampak besar pada kelancaran proses.

Kendala lain yang tidak kalah penting adalah sertifikat pelatihan dari UASTC yang tidak terdaftar atau tidak diakui. SIDOPI GO hanya akan memproses aplikasi yang melampirkan sertifikat dari lembaga pelatihan yang sudah terakreditasi oleh Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu, memilih UASTC yang tepat sejak awal adalah investasi penting untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Mengatasi Masalah Teknis dan Proses Verifikasi

Masalah teknis seperti email verifikasi yang tidak masuk atau lupa kata sandi akun SIDOPI GO juga seringkali menghambat. Jika email verifikasi tidak muncul di kotak masuk utama, selalu periksa folder spam atau junk mail Anda. Jika masih tidak ada, gunakan opsi untuk mengirim ulang email verifikasi yang biasanya tersedia di halaman login. Untuk lupa kata sandi, fitur reset kata sandi melalui email adalah solusi standar, namun pastikan Anda memiliki akses aktif ke alamat email yang terdaftar.

Proses review oleh DKPPU dapat memakan waktu bervariasi tergantung volume pengajuan. Tidak ada mekanisme resmi untuk mempercepat proses ini. Cara terbaik untuk menghindari penundaan adalah memastikan semua dokumen lengkap dan benar sejak awal pengajuan. Setiap kali aplikasi dikembalikan untuk perbaikan, Anda akan kehilangan waktu berharga. Oleh karena itu, lakukan pengecekan ganda sebelum menekan tombol submit.

Verifikasi data oleh admin SIDOPI juga membutuhkan waktu, biasanya 3-7 hari kerja. Selama periode ini, status aplikasi Anda akan menunjukkan 'sedang diproses'. Jika ada kekurangan, Anda akan menerima notifikasi untuk melengkapi. Kesabaran dan ketelitian adalah kunci dalam fase ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai alur dan proses ini, Anda bisa membaca artikel kami tentang Sertifikasi Remote Pilot Melalui SIDOPI GO.

Baca Juga

Memastikan Keaslian Sertifikasi Remote Pilot, Panduan Verifikasi RPC di SIDOPI GO

Seseorang sedang memverifikasi Remote Pilot Certificate di layar tablet

Setelah Lolos Review, Tantangan Ujian dan Penerbitan RPC

Setelah berkas dinyatakan lolos review, tantangan selanjutnya adalah penjadwalan ujian teori dan praktik. Slot ujian bergantung pada ketersediaan jadwal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan tidak ada mekanisme untuk memesan slot sebelum berkas lolos review. Hal ini menjadi variabel yang perlu diperhitungkan dalam estimasi total waktu proses sertifikasi Anda.

Ujian teori mencakup 12 area pengetahuan aeronautika, sedangkan ujian praktik menguji kemampuan Anda dalam mengoperasikan drone secara aman dan sesuai prosedur. Persiapan yang matang dari pelatihan di UASTC akan sangat membantu. Setelah dinyatakan lulus kedua ujian tersebut, RPC akan diterbitkan secara digital dan dapat diakses melalui akun SIDOPI GO Anda. Sertifikat ini berlaku selama 12 bulan dan perlu diperpanjang melalui proses recurrent yang juga dilakukan di SIDOPI GO.

Memahami setiap detail, mulai dari persyaratan dokumen hingga proses ujian, akan sangat membantu Anda dalam menavigasi SIDOPI GO. Remote Pilot Academy hadir untuk membimbing Anda melalui setiap tahapan ini, dari pelatihan awal hingga persiapan pengajuan. Jangan biarkan kendala administrasi menghalangi impian Anda menjadi Remote Pilot profesional. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan kami, kunjungi halaman pelatihan atau hubungi kami untuk konsultasi langsung.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.