Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Mengupas Tuntas Tahapan Ujian Sertifikasi Remote Pilot di Indonesia

Kembali ke Blog
Sertifikasi30 Juli 20264 menit baca

Mengupas Tuntas Tahapan Ujian Sertifikasi Remote Pilot di Indonesia

Proses mendapatkan sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) melibatkan serangkaian ujian yang terstruktur, dirancang untuk memastikan pilot memiliki kompetensi memadai. Memahami alur dan persyaratan setiap tahapan adalah kunci keberhasilan.

Pilot drone sedang fokus mengikuti ujian teori dan praktik sertifikasi.

Untuk menjadi Remote Pilot yang tersertifikasi di Indonesia, calon pilot harus melalui serangkaian tahapan yang ketat, mulai dari pelatihan di UASTC hingga lulus ujian yang diselenggarakan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) melalui sistem SIDOPI GO. Dua komponen utama ujian ini adalah teori dan praktik, masing-masing dengan fokus dan persyaratan kelulusan yang spesifik. Memahami alur kedua ujian ini sangat krusial bagi setiap calon Remote Pilot untuk mempersiapkan diri secara optimal.

Persiapan Awal Sertifikasi Remote Pilot

Langkah pertama sebelum menghadapi ujian adalah mengikuti ground school di lembaga pelatihan UAS Training Center (UASTC) yang diakui oleh Kementerian Perhubungan, seperti Remote Pilot Academy. Pelatihan ini membekali calon pilot dengan 12 area pengetahuan aeronautika yang ditetapkan dalam CASR Part 107, meliputi regulasi penerbangan, meteorologi, navigasi, hingga faktor manusia. Tanpa sertifikat pelatihan dari UASTC, pengajuan RPC tidak dapat diproses.

Setelah menuntaskan pelatihan, proses dilanjutkan dengan pendaftaran akun di SIDOPI GO. Calon pilot akan diminta untuk mengunggah dokumen persyaratan, termasuk KTP, foto latar belakang merah, sertifikat pelatihan dari UASTC, dan surat keterangan sehat dari dokter. Tahap ini krusial karena berkas akan diverifikasi oleh tim DKPPU. Jika ada kekurangan, berkas akan dikembalikan untuk dilengkapi. Setelah semua dokumen tervalidasi, barulah jadwal ujian teori dan praktik akan diinformasikan melalui sistem SIDOPI GO.

Ujian Teori Komprehensif Melalui SIDOPI GO

Ujian teori merupakan gerbang awal untuk mendapatkan sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC). Ujian ini dilaksanakan secara digital melalui platform SIDOPI GO, diawasi untuk memastikan integritas hasilnya. Format soal adalah pilihan ganda, dengan bank soal yang mencakup ratusan pertanyaan dan disajikan secara acak untuk setiap peserta. Ini berarti setiap peserta akan mendapatkan set soal yang unik, memastikan pemahaman menyeluruh terhadap materi.

Cakupan Materi dan Passing Grade

Materi ujian teori mencakup ke-12 area pengetahuan aeronautika yang telah dipelajari selama ground school, antara lain,

  • Regulasi penerbangan sipil Indonesia, termasuk UU Penerbangan, PM 37/2020, dan PM 63/2021.
  • Klasifikasi wilayah udara dan prosedur operasi di sekitar bandara.
  • Meteorologi operasional, seperti membaca METAR dan TAF.
  • Prosedur darurat dan aerodinamika multirotor.
  • Faktor manusia dalam pengoperasian drone.
  • Manajemen keselamatan dan mitigasi risiko.

Untuk lulus ujian teori, peserta harus mencapai passing grade minimal 70%. Nilai ini ditetapkan untuk memastikan bahwa setiap pilot yang lulus memiliki pemahaman yang memadai di seluruh area yang diujikan, bukan hanya mengandalkan keberuntungan atau menguasai sebagian kecil materi. Kelulusan ujian teori ini akan dicatat dalam sistem SIDOPI GO dan menjadi prasyarat mutlak untuk melanjutkan ke tahapan ujian praktik.

Ujian Praktik, Menguji Kemampuan Terbang Sejati

Setelah berhasil lulus ujian teori, calon Remote Pilot akan melanjutkan ke ujian praktik. Tahap ini adalah uji coba sesungguhnya atas kemampuan mengendalikan drone dalam berbagai skenario. Ujian praktik diawasi langsung oleh penguji dari DKPPU di lapangan, menilai presisi, respons, dan kesadaran situasional pilot.

Aspek Penilaian Ujian Praktik

Beberapa aspek krusial yang dinilai dalam ujian praktik meliputi,

  • Pre-flight check, Pemeriksaan drone secara sistematis sebelum terbang, termasuk baterai, propeler, sensor, sinyal GPS, dan firmware.
  • Prosedur normal, Kemampuan takeoff, hovering stabil tanpa bantuan GPS, navigasi ke titik tertentu, dan landing di titik yang ditentukan. Ketidakmampuan mempertahankan hovering stabil tanpa GPS seringkali menjadi penyebab kegagalan.
  • Prosedur darurat, Respons terhadap simulasi kehilangan sinyal GPS, peringatan motor, atau baterai kritis. Respons yang lambat atau salah terhadap skenario darurat juga menjadi aspek yang sering menggugurkan peserta.
  • Situational awareness, Kemampuan memantau lingkungan sekitar, menghindari hambatan, dan mengambil keputusan go/no-go yang tepat.
  • Post-flight, Prosedur pendaratan, pengamanan drone, dan dokumentasi penerbangan.

Pembatasan operasi bagi pemegang RPC juga perlu dipahami, seperti kecepatan maksimum 87 knot, ketinggian maksimum 400 kaki, dan operasi hanya pada siang hari kecuali dengan izin khusus. RPC yang diterbitkan akan mencantumkan nama pemegang, kategori sertifikasi, rating (misalnya multirotor), tanggal terbit dan kedaluwarsa, serta nomor sertifikat yang tercatat dalam sistem Kemenhub.

Baca Juga

Materi Ujian Teori Sertifikasi Remote Pilot DKPPU, Panduan Lengkap untuk Calon Pilot Drone Profesional

Seorang pilot drone profesional sedang mempelajari peta penerbangan dan regulasi.

Setelah Lulus Ujian dan Penerbitan RPC

Setelah dinyatakan lulus baik ujian teori maupun praktik, Remote Pilot Certificate (RPC) akan diterbitkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui SIDOPI GO. Sertifikat ini berlaku selama 12 bulan sejak tanggal penerbitan. Penting untuk dicatat bahwa perpanjangan RPC harus dilakukan sebelum masa berlaku habis, melalui proses recurrent yang juga dilakukan di SIDOPI GO.

Mengoperasikan drone secara komersial dengan RPC yang sudah kedaluwarsa memiliki konsekuensi hukum yang sama dengan pilot tanpa sertifikat. Oleh karena itu, penting bagi setiap Remote Pilot untuk selalu memantau masa berlaku sertifikatnya. Remote Pilot Academy siap membantu Anda dalam setiap tahapan, mulai dari pelatihan awal hingga persiapan ujian. Kunjungi halaman program pelatihan kami untuk informasi lebih lanjut dan bergabunglah dengan komunitas pilot drone profesional di Indonesia.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.