Seiring pesatnya adopsi teknologi drone di berbagai sektor industri, kebutuhan akan profesional yang kompeten dan tersertifikasi juga meningkat. Di Indonesia, ada dua jenis sertifikasi utama yang sering menjadi pertanyaan bagi para calon pilot drone profesional, khususnya di bidang pemetaan, Sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) yang diterbitkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, serta Sertifikasi Profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk kompetensi tertentu seperti surveyor pemetaan udara. Meskipun keduanya penting, fokus dan cakupan kompetensinya sangat berbeda.
Sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) dari DKPPU
Sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) adalah persyaratan hukum WAJIB bagi setiap operator drone yang melakukan aktivitas komersial di wilayah udara Indonesia. Regulasi ini diatur oleh DKPPU, otoritas penerbangan sipil di bawah Kementerian Perhubungan. RPC memastikan bahwa pilot drone memiliki pengetahuan dasar penerbangan, regulasi udara, dan kemampuan operasional drone yang aman untuk menjaga keselamatan penerbangan dan kepentingan nasional, sesuai dengan Permenhub No. 37/2020. kartabhumi.co.id Proses pengajuan RPC dilakukan melalui platform Sistem Informasi Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (SIDOPI) yang dikelola oleh DKPPU.
Persyaratan dan Proses RPC
- Membuat akun di aplikasi SIDOPI.
- Melampirkan Surat Keterangan Sehat dari dokter yang masih berlaku.
- Menyertakan Sertifikat Pelatihan UAS dari lembaga yang diakui atau Sertifikasi Remote Pilot (RPC), Basic Remote Pilot License.
- Pas foto dengan latar belakang merah.
- Fotokopi KTP dan ijazah terakhir.
- Bukti kepemilikan drone atau fotokopi nomor seri drone.
- Mengisi formulir registrasi yang tersedia di SIDOPI.
Masa berlaku e-sertifikat RPC adalah 2 tahun untuk pilot drone dan 3 tahun untuk registrasi pesawat udara kecil tanpa awak. Tanpa RPC, drone Anda tidak akan bisa mengajukan permohonan izin terbang komersial, dan berisiko disita jika melanggar regulasi. Anda bisa membaca lebih lanjut mengenai Apa Itu Sertifikasi Remote Pilot RPC dan Kenapa Wajib Dimiliki Pilot Drone Komersial untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Sertifikasi Profesi BNSP untuk Surveyor Pemetaan Udara
Berbeda dengan RPC yang berfokus pada aspek keselamatan penerbangan dan regulasi operasional, Sertifikasi Profesi BNSP menitikberatkan pada validasi kompetensi teknis seorang profesional di bidang tertentu. Untuk konteks surveyor pemetaan udara, sertifikasi ini menguji dan mengakui kemampuan individu dalam melakukan tugas-tugas spesifik terkait pengumpulan, pemrosesan, dan analisis data geospasial menggunakan drone.
Cakupan Kompetensi BNSP Pemetaan Udara
Skema sertifikasi BNSP untuk profesi seperti Surveyor Pemetaan Udara atau Asisten Surveyor Kadastral Muda mencakup unit-unit kompetensi yang sangat spesifik, seperti,
- Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di lokasi kerja.
- Menyiapkan peralatan survei, termasuk drone dan sensor pemetaan.
- Melaksanakan pengukuran kerangka dasar horizontal dan vertikal.
- Mengukur sudut horizontal, vertikal, jarak, dan tinggi.
- Menentukan posisi dengan Global Navigation Satellite System (GNSS) secara Realtime Correction (RTK/PPK).
- Menginput data hasil pengukuran lapangan.
- Mengkonversi data geospasial analog menjadi digital.
- Membuat gambar ukur dan menghitung luas bidang hasil pengukuran.
- Melakukan analisis data penginderaan jauh untuk ekstraksi informasi tanah dan batuan secara visual. [bnsp.net]
Sertifikasi BNSP ini membuktikan bahwa pemegang sertifikat memiliki kredibilitas profesional yang diakui secara nasional di bidangnya, meningkatkan daya saing di dunia kerja, dan membuka peluang karier yang lebih luas di perusahaan konsultan, kontraktor, instansi pertanahan, atau proyek pemerintah. Sebagai contoh, Remote Pilot Academy menyediakan Sertifikasi BNSP Survei Pemetaan Udara (Juru Ukur/Surveyor Drone) untuk memenuhi kebutuhan ini.
Perbedaan Esensial, Regulasi vs. Kompetensi Teknis
Perbedaan paling mendasar antara RPC DKPPU dan Sertifikasi BNSP terletak pada tujuannya. RPC adalah bentuk legalitas operasional; ia menyatakan Anda diizinkan secara hukum untuk menerbangkan drone untuk tujuan komersial. Sementara itu, Sertifikasi BNSP adalah bentuk pengakuan kompetensi; ia menyatakan Anda memiliki keahlian teknis yang teruji dan diakui untuk melakukan tugas spesifik, seperti pemetaan presisi.
- RPC (DKPPU), Wajib bagi semua pilot drone komersial, berfokus pada regulasi penerbangan, keselamatan, dan legalitas operasional. Tanpa ini, aktivitas komersial melanggar hukum.
- BNSP (Surveyor Pemetaan Udara), Tidak wajib secara hukum untuk menerbangkan drone (tetap butuh RPC), tetapi sangat penting untuk validasi keahlian teknis dalam bidang pemetaan, meningkatkan kredibilitas, dan memenuhi standar industri.
Baca Juga
Sertifikat Remote Pilot Drone Diterbitkan DKPPU Kemenhub, Bukan BNSP

Sinergi Kedua Sertifikasi untuk Profesional Drone
Bagi seorang profesional yang ingin berkarier di bidang pemetaan udara menggunakan drone, memiliki kedua sertifikasi ini adalah kombinasi ideal. RPC memberikan izin legal untuk beroperasi, sementara sertifikasi BNSP memberikan pengakuan atas keahlian teknis dalam melakukan pekerjaan tersebut dengan standar yang tinggi. Ibarat seorang pengemudi taksi, RPC adalah SIM (Surat Izin Mengemudi) yang legal untuk mengendarai kendaraan, sedangkan sertifikasi BNSP adalah sertifikasi sebagai 'pengemudi profesional' yang ahli dalam navigasi, pelayanan pelanggan, dan efisiensi rute.
Sebagai contoh, jika Anda berencana menggunakan DJI Matrice 4E atau drone RTK lainnya untuk proyek-proyek pemetaan skala besar, Anda WAJIB memiliki RPC untuk legalitas terbang. Selanjutnya, untuk memastikan hasil pemetaan Anda akurat dan diakui secara profesional, serta untuk memahami seluk-beluk perbandingan drone RTK dan non-RTK, sertifikasi BNSP akan menjadi nilai tambah yang krusial.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara Sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) dari DKPPU dan Sertifikasi Profesi BNSP untuk surveyor pemetaan udara adalah langkah pertama bagi setiap calon profesional drone. Keduanya memiliki peran yang sama penting namun berbeda dalam membentuk seorang pilot drone yang tidak hanya patuh pada regulasi, tetapi juga kompeten secara teknis. RPC adalah fondasi legalitas, sedangkan BNSP adalah fondasi kompetensi spesifik untuk industri. Untuk memastikan Anda memiliki kedua keunggulan ini, Remote Pilot Academy menyediakan program pelatihan komprehensif, mulai dari persiapan RPC hingga pelatihan Fotogrametri & Pemetaan Udara dengan Drone yang bisa mengantarkan Anda menuju sertifikasi BNSP. Kunjungi halaman pelatihan kami untuk informasi lebih lanjut dan mulailah perjalanan Anda menjadi profesional drone yang diakui.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.


