Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Membedah SE 009 Tahun 2022, Kurikulum 43 Jam Pelajaran yang Wajib Dipakai Setiap Remote Pilot Training Center

Kembali ke Blog
Regulasi10 Oktober 202612 menit baca

Membedah SE 009 Tahun 2022, Kurikulum 43 Jam Pelajaran yang Wajib Dipakai Setiap Remote Pilot Training Center

Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara tentang kurikulum dan silabus remote pilot rating SPUKTA menetapkan 38 JP teori dan 5 JP praktik, syarat peserta, syarat instruktur, sampai 15 standar kompetensi. Ini cara memakainya untuk menilai sebuah Remote Pilot Training Center.

Kelas teori pelatihan remote pilot dengan peserta menyimak materi di depan layar presentasi

Setiap orang yang ingin memegang Sertifikat Remote Pilot dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pasti melewati satu pintu yang sama, yaitu pelatihan awal di sebuah Remote Pilot Training Center. Yang jarang diketahui calon peserta, isi pelatihan itu tidak disusun sesuka hati oleh masing masing lembaga. Sejak September 2022, Ditjen Perhubungan Udara menerbitkan Surat Edaran Nomor SE.009 Tahun 2022 tentang Kurikulum dan Silabus Remote Pilot Rating Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (SPUKTA), yang ditandatangani atas nama Direktur Jenderal oleh Plt. Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.

Surat edaran ini berlaku bagi seluruh badan hukum atau lembaga penyelenggara pelatihan remote pilot rating SPUKTA sesuai PKPS Bagian 107 di Indonesia. Artinya, dokumen inilah yang menjadi ukuran paling objektif untuk menilai apakah sebuah training center remote pilot benar benar mengajarkan apa yang diminta regulator, atau sekadar mengajak peserta terbang beberapa putaran lalu mengeluarkan sertifikat.

Artikel ini membedah isi SE 009 Tahun 2022 secara berurutan, mulai dari maksud dan ruang lingkupnya, durasi pelatihan, syarat peserta dan instruktur, tabel kurikulum 15 mata pelajaran, sampai materi praktik terbang yang sering diremehkan. Kalau istilah SPUKTA masih terasa asing, ada baiknya membaca dulu Apa Itu SPUKTA dan Kenapa Istilah Ini Dipakai untuk Drone di Indonesia.

Maksud dan Ruang Lingkup Surat Edaran Ini

Bagian maksud SE 009 Tahun 2022 menyebut tiga tujuan. Pertama, memberikan panduan dalam menentukan kurikulum dan silabus untuk melaksanakan pelatihan remote pilot di Indonesia. Kedua, mendukung pemenuhan persyaratan PKPS Bagian 107 tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak, khususnya Subbagian C tentang Sertifikasi Remote Pilot. Ketiga, mendorong lembaga pelatihan memakai kurikulum dan silabus ini secara komprehensif agar tujuan akhir pelatihan remote pilot benar benar tercapai.

Tiga regulasi dijadikan referensi utama, yaitu PKPS Bagian 107 tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak, CASR Part 91 tentang General Operating and Flight Rules, dan PM Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia. Dua di antaranya sudah kami bedah terpisah dalam Membedah PM 63 Tahun 2021 tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak dan Membedah PM 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Drone di Indonesia.

Ruang lingkupnya juga dibatasi dengan jelas. Kurikulum ini hanya dipakai untuk mendukung pemenuhan PKPS Bagian 107 paragraf 107.73, yaitu pengetahuan aeronautika untuk pelatihan awal remote pilot rating SPUKTA. Surat edaran ini kemudian menegaskan bahwa setelah menyelesaikan pelatihan, remote pilot agar segera mendaftar ke SIDOPI GO untuk melanjutkan ujian tertulis dan penerbitan Sertifikat Remote Pilot dari Ditjen Perhubungan Udara. Alur pendaftarannya kami jelaskan di Cara Kerja Sistem SIDOPI GO untuk Registrasi dan Sertifikasi Drone.

Poin terakhir ini penting dipahami. Remote Pilot Training Center tidak menerbitkan Sertifikat Remote Pilot. Lembaga pelatihan menyiapkan peserta lewat kurikulum standar, sementara sertifikatnya tetap diterbitkan oleh regulator, sebagaimana kami tegaskan juga di artikel Sertifikat Remote Pilot dari DKPPU, Bukan BNSP.

Durasi Pelatihan Resmi, 38 JP Teori dan 5 JP Praktik

Ketentuan umum SE 009 Tahun 2022 menetapkan lama pelatihan sebanyak 43 jam pelajaran, terdiri dari 38 jam pelajaran teori dan 5 jam pelajaran praktik. Yang perlu dicermati, satuan jam pelajaran teori dan praktik ternyata berbeda. Satu jam pelajaran teori setara 45 menit, sedangkan satu jam pelajaran praktik setara 30 menit.

Jika dikonversi ke jam dinding, 38 JP teori setara 28,5 jam tatap muka, dan 5 JP praktik setara 2,5 jam. Totalnya sekitar 31 jam efektif di luar waktu istirahat. Angka ini menjelaskan kenapa pelatihan remote pilot yang serius umumnya berlangsung beberapa hari, dan kenapa program yang menjanjikan sertifikat hanya dalam hitungan jam patut dipertanyakan kesesuaiannya dengan standar regulator.

Porsi teori yang jauh lebih besar dari praktik juga menunjukkan arah berpikir regulator. Kemampuan menggerakkan stik remote bisa dilatih dengan cepat, tetapi pemahaman ruang udara, cuaca, prosedur darurat, dan pengambilan keputusan adalah hal yang membedakan pilot drone profesional dari operator hobi.

Siapa yang Boleh Ikut Pelatihan Remote Pilot

SE 009 Tahun 2022 menetapkan empat persyaratan peserta. Peserta harus Warga Negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun, mampu membaca, berbicara, menulis, dan memahami Bahasa Inggris, serta memiliki kondisi fisik dan mental yang tidak akan mengganggu pengoperasian SPUKTA secara aman.

Syarat kemampuan Bahasa Inggris sering luput dari perhatian calon peserta. Syarat ini masuk akal karena sebagian besar referensi teknis dalam silabus berbahasa Inggris, mulai dari FAA Remote Pilot sUAS Study Guide sampai dokumen ICAO, dan karena fraseologi komunikasi radio penerbangan memang memakai Bahasa Inggris. Peserta tidak harus fasih, tetapi perlu cukup nyaman membaca istilah seperti METAR, TAF, CTAF, atau ATIS yang akan muncul berulang kali di kelas.

Baca Juga

Izin Terbang Drone untuk Operasi Karhutla di Kawasan Hutan dan Area Terbatas

Peta kawasan hutan dengan batas zona terbatas ditinjau di posko sebelum penerbangan drone

Syarat Instruktur yang Wajib Dipenuhi Training Center

Bagian yang paling berguna bagi calon peserta untuk menyaring lembaga pelatihan adalah persyaratan pengajar. SE 009 Tahun 2022 menyebut lima syarat, yaitu memiliki latar belakang dan atau pelatihan di bidangnya, ahli dan menguasai bidangnya, memegang Sertifikat Remote Pilot (RPC) dari Ditjen Perhubungan Udara, diutamakan memiliki kompetensi instruktur tersertifikasi, dan memiliki surat keputusan penetapan tenaga pengajar dari lembaga pendidikan dan pelatihan.

Dari lima syarat itu, kepemilikan RPC dan surat keputusan penetapan pengajar adalah dua hal yang paling mudah diverifikasi. Calon peserta berhak menanyakan keduanya sebelum mendaftar. Perbedaan peran antara pemegang RPC biasa dan instruktur kami ulas di Apa Bedanya Instruktur Drone dan Remote Pilot Biasa, sedangkan daftar pertanyaan lain untuk menyaring lembaga ada di Cara Memilih Lembaga Pelatihan yang Kredibel.

Peserta pelatihan drone berfoto bersama dengan remote controller di lapangan praktik terbang

15 Standar Kompetensi Lulusan Remote Pilot

Sebelum masuk ke tabel kurikulum, surat edaran ini merumuskan 15 standar kompetensi yang harus dicapai peserta. Rumusannya memakai dua tingkatan kata kerja, yaitu memahami dan mampu menjelaskan, ditambah satu kompetensi praktis, yaitu mampu mengoperasikan SPUKTA. Secara ringkas, lulusan diharapkan mampu menguasai hal berikut.

  • Ketentuan yang berlaku dalam pelatihan dan peraturan mengenai SPUKTA
  • Klasifikasi ruang udara, persyaratan pengoperasian, KKOP, dan pembatasan penerbangan SPUKTA
  • Cuaca, sumber informasi cuaca, dan pengaruh cuaca terhadap performa SPUKTA
  • Beban, performa, dan cara menentukan performa SPUKTA
  • Prosedur darurat, Crew Resource Management, dan prosedur komunikasi radio
  • Pengaruh fisiologis narkoba dan alkohol serta pengambilan keputusan aeronautika
  • Pengoperasian bandar udara
  • Prosedur inspeksi permulaan terbang dan perawatan SPUKTA
  • Kemampuan mengoperasikan SPUKTA secara langsung

Daftar ini sekaligus menjadi checklist yang bisa dipakai peserta untuk menilai diri sendiri setelah pelatihan selesai. Jika ada butir yang belum dipahami, itu tanda materi tersebut perlu diulang sebelum menghadapi ujian tertulis di SIDOPI GO.

Tabel Kurikulum Resmi Remote Pilot Rating SPUKTA

Inti surat edaran ini adalah tabel kurikulum berisi 15 mata pelajaran dengan alokasi jam yang sudah dipatok. Tabel berikut disalin dari SE 009 Tahun 2022 dengan penyesuaian ejaan seperlunya.

No Mata Pelajaran Teori (JP) Praktik (JP)
1Pengenalan pelatihan1
2Peraturan yang berlaku untuk SPUKTA9
3Klasifikasi ruang udara, persyaratan pengoperasian, KKOP, pembatasan penerbangan SPUKTA4
4Informasi cuaca penerbangan dan pengaruh cuaca terhadap performa SPUKTA2
5Beban dan performa SPUKTA2
6Prosedur darurat2
7Crew Resource Management2
8Prosedur komunikasi radio4
9Penentuan performa SPUKTA2
10Pengaruh fisiologis narkoba dan alkohol2
11Pengambilan keputusan tentang aeronautika2
12Pengoperasian bandar udara2
13Prosedur inspeksi permulaan terbang dan perawatan SPUKTA2
14Praktik terbang (simulator dan riil)5
15Examination2
Jumlah385

Dari tabel ini terlihat bahwa peraturan SPUKTA mendapat porsi terbesar, yaitu 9 JP atau hampir seperempat dari seluruh jam teori. Disusul ruang udara dan komunikasi radio yang masing masing mendapat 4 JP. Pola ini wajar karena kesalahan yang paling sering berujung sanksi bagi operator drone di Indonesia memang berkaitan dengan regulasi dan ruang udara, bukan semata kegagalan teknis.

Baca Juga

Peran Drone dalam Dokumentasi dan Penegakan Hukum Kasus Karhutla

Petugas meninjau rekaman udara area terbakar di layar tablet di lokasi kejadian

Peraturan SPUKTA, Materi Terberat dengan 9 JP

Silabus untuk mata pelajaran peraturan dipecah menjadi sembilan pokok bahasan, yaitu ketentuan umum, ketentuan pengoperasian, sertifikat remote pilot, ketentuan pendaftaran SPUKTA, pengecualian, ketentuan ruang udara, mekanisme pemberian persetujuan, pengawasan, dan sanksi. Referensinya pun berlapis, mulai dari ICAO Doc 7300 atau Konvensi Chicago, PP 32 Tahun 2021, PP 4 Tahun 2020, PM 37 Tahun 2020, PM 63 Tahun 2021, PM 81 Tahun 2017 (CASR Part 91), PM 2 Tahun 2020, sampai Staff Instruction SI 8900-12.01, 12.02, dan 12.04.

Pokok bahasan ketentuan pengoperasian saja memuat lebih dari 20 sub topik. Di antaranya tugas dan tanggung jawab Remote Pilot in Command (RPIC), batasan alkohol dan narkoba, pengoperasian terang hari, pengoperasian dengan VLOS, persyaratan pengamat visual, larangan mengoperasikan lebih dari satu SPUKTA sekaligus, larangan mengangkut barang berbahaya, pengoperasian di atas kerumunan orang, pengoperasian di sekitar bandar udara, serta pembatasan penerbangan yang dituangkan di dalam NOTAM. Pembahasan mendalam soal NOTAM ada di Apa Itu NOTAM dan Kenapa Pilot Drone Wajib Memahaminya.

Bagian ketentuan ruang udara juga menyentuh kaidah VLOS dan BVLOS, pengoperasian di area berpenduduk, pengangkutan barang muatan, pengoperasian dengan kamera, pengoperasian dengan alat pertanian, dan kondisi kejadian luar biasa atau bencana. Sementara mekanisme pemberian persetujuan membahas batas waktu pengajuan, data dukung, penilaian keselamatan oleh LPPNPI, publikasi NOTAM, sampai pemenuhan peraturan lain untuk kegiatan survei udara, pemetaan, foto udara, dan pemfilman.

Ruang Udara, Cuaca, dan Performa SPUKTA

Mata pelajaran ruang udara (4 JP) membahas controlled airspace, uncontrolled airspace, special use of airspace, istilah dan simbol VFR dan IFR, KKOP, serta NOTAM, dengan referensi AIP Indonesia, PM 9 Tahun 2022, dan CASR Part 91. Peserta diharapkan bisa membaca peta dan publikasi aeronautika untuk mengetahui apakah lokasi terbangnya berada di kawasan yang membutuhkan izin.

Materi cuaca (2 JP) mencakup observasi permukaan, laporan cuaca penerbangan METAR, perkiraan cuaca TAFOR, density altitude, tekanan atmosfer, temperatur dan dew point, awan, angin, dan low level windshear. Referensinya FAA Pilot's Handbook of Aeronautical Knowledge (FAA-H-8083-25B) dan FAA Remote Pilot sUAS Study Guide (FAA-G-8082-22). Materi ini kemudian disambung dengan mata pelajaran beban dan performa, serta penentuan performa SPUKTA yang membahas pengaruh temperatur dan kelembapan terhadap densitas udara, perbedaan SPUTA sayap tetap dan multirotor, serta komponen kritis seperti baterai, berat, dan tautan perintah dan kendali.

Bagi operator lapangan di Indonesia, materi ini punya relevansi langsung. Udara panas dan lembap di dataran rendah menurunkan densitas udara, sehingga daya angkat baling baling berkurang dan baterai terkuras lebih cepat. Penerapannya di lapangan kami bahas di Tantangan Cuaca dan Batas Maksimal Toleransi Angin pada Operasional Drone.

Prosedur Darurat, CRM, dan Komunikasi Radio

Prosedur darurat (2 JP) dalam silabus ini sangat spesifik untuk drone. Pokok bahasannya mencakup komunikasi dan perencanaan menghadapi kondisi darurat, karakteristik dan potensi bahaya baterai lithium, gangguan atau kehilangan tautan perintah dan kendali, gangguan atau kehilangan sinyal GPS beserta dampaknya, serta spektrum frekuensi dan batasannya. Soal baterai lithium, panduan praktisnya ada di Pentingnya Manajemen Daya Baterai LiPo untuk Mencegah Drone Jatuh Tiba Tiba.

Crew Resource Management (2 JP) mengacu pada ICAO Doc 9683 Human Factors Training Manual dan membahas hazard and risk management, task management, automation management, serta situational awareness. Materi ini sering dianggap teoretis, padahal justru paling terasa manfaatnya ketika pilot bekerja dalam tim bersama pengamat visual atau operator payload.

Komunikasi radio mendapat 4 JP dengan referensi ICAO Doc 9432 Manual of Radiotelephony. Peserta belajar alfabet fonetik, fraseologi komunikasi, prosedur di bandar udara dengan dan tanpa menara pengawas, penggunaan Common Traffic Advisory Frequency (CTAF), traffic advisory, ATIS, serta tanda pendaftaran dan call sign pesawat udara.

Baca Juga

Prosedur Koordinasi Ruang Udara Drone dengan Helikopter Water Bombing

Petugas di posko lapangan berkoordinasi lewat radio saat helikopter beroperasi di kejauhan

Faktor Manusia, Bandar Udara, dan Perawatan

Mata pelajaran pengaruh fisiologis (2 JP) membahas hiperventilasi, stres, kelelahan, dehidrasi, heatstroke, pengaruh narkoba dan alkohol, serta penglihatan saat terbang. Mata pelajaran pengambilan keputusan aeronautika (2 JP) melengkapinya dengan tahapan dan metode pengambilan keputusan serta faktor manusia yang memengaruhinya.

Pengoperasian bandar udara (2 JP) membahas jenis bandar udara, sumber informasi bandar udara, aeronautical chart, lintang dan bujur, antena dan menara, tanda dan rambu bandar udara, jalur lintasan penerbangan, hingga bahaya burung dan satwa liar beserta pelaporan bird strike. Sedangkan prosedur inspeksi dan perawatan (2 JP) mencakup pemeliharaan terjadwal dan tidak terjadwal, modifikasi, penggantian komponen, pembaruan perangkat lunak, inspeksi permulaan terbang, record keeping, dan siapa saja yang boleh melakukan pemeliharaan SPUTA, dengan referensi tambahan FAA AC 107-2A.

Flight Review, Tujuh Elemen Praktik yang Harus Dikuasai

Praktik terbang dalam SE 009 Tahun 2022 diberi nama Flight Review dan memakai simulator serta pesawat riil. Rujukannya menarik, yaitu dokumen Transport Canada TP 15263, bukan dokumen FAA. Silabusnya memuat tujuh elemen yang wajib didemonstrasikan peserta.

  1. Pre flight planning, mensimulasikan prosedur penerbangan operasional normal yang paling sedikit mencakup satu kali take off dan satu kali full stop landing.
  2. Emergency procedures, mendemonstrasikan prosedur yang dipakai ketika terjadi keadaan darurat.
  3. Take off, melakukan keberangkatan yang terorganisasi, efisien, dan aman.
  4. Manual flight procedure, menunjukkan kemampuan mengendalikan drone secara manual di berbagai fase penerbangan.
  5. Lost link procedures, menjelaskan secara lisan prosedur ketika tautan kendali terputus.
  6. Fly away procedures, menjelaskan secara lisan seluruh tindakan yang diperlukan saat drone terbang di luar kendali.
  7. Landing, melakukan pendaratan yang terorganisasi, efisien, dan aman.

Elemen manual flight layak digarisbawahi. Banyak pilot pemula terbiasa mengandalkan mode GPS dan fitur otomatis, padahal saat sinyal GPS hilang drone akan masuk mode ATTI dan bergeser mengikuti angin. Kemampuan mengendalikan drone secara manual inilah yang menyelamatkan pesawat dalam situasi seperti itu, sebagaimana kami bahas di Cara Mengatasi Sinyal GPS Lemah saat Terbang di Area Terpencil.

Memakai SE 009 Tahun 2022 untuk Menilai Remote Pilot Training Center

Bagi calon peserta, surat edaran ini adalah alat ukur yang sangat praktis. Sebelum mendaftar ke sebuah Remote Pilot Training Center, ajukan beberapa pertanyaan sederhana berikut.

  • Apakah jadwal pelatihannya memenuhi 38 JP teori dan 5 JP praktik, atau dipadatkan jauh di bawah itu?
  • Apakah instrukturnya memegang RPC dari Ditjen Perhubungan Udara dan ditetapkan lewat surat keputusan lembaga?
  • Apakah materinya mencakup 15 mata pelajaran dalam tabel kurikulum, termasuk komunikasi radio, CRM, dan pengoperasian bandar udara yang sering dilewati?
  • Apakah praktik terbangnya memakai simulator dan pesawat riil, serta menguji manual flight, lost link, dan fly away?
  • Apakah lembaga mendampingi peserta melanjutkan pendaftaran dan ujian tertulis di SIDOPI GO setelah pelatihan?

Bagi perusahaan dan instansi yang mengirim karyawannya, kurikulum ini juga memudahkan penyusunan kerangka acuan kerja pengadaan pelatihan. Cukup cantumkan SE 009 Tahun 2022 sebagai standar minimal materi dan durasi, sehingga penawaran dari berbagai lembaga bisa dibandingkan secara setara. Perbandingan dengan sistem sertifikasi di Amerika Serikat, yang banyak menjadi rujukan silabus ini, bisa dibaca di Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia vs Part 107 Amerika Serikat.

Dari Kurikulum Resmi ke Kelas Remote Pilot Academy

SE 009 Tahun 2022 menunjukkan bahwa menjadi remote pilot bersertifikat bukan perkara menguasai stik remote, melainkan menguasai regulasi, ruang udara, cuaca, faktor manusia, dan prosedur darurat dalam porsi yang sudah dipatok regulator. Lembaga pelatihan yang mengikuti kurikulum ini secara utuh memberi peserta bekal yang jauh lebih siap, baik untuk ujian tertulis di SIDOPI GO maupun untuk pekerjaan nyata di lapangan.

Sebagai Remote Pilot Training Center, Remote Pilot Academy menyusun program Sertifikasi Remote Pilot (RPC) mengikuti struktur kompetensi dalam surat edaran ini, mulai dari regulasi dan ruang udara, meteorologi dan performa, keselamatan dan CRM, sampai praktik terbang bersama instruktur. Gambaran lengkap alur sertifikasinya ada di halaman Sertifikasi Pilot Drone, dan perusahaan yang ingin melatih timnya sekaligus bisa memanfaatkan skema In-House Training kami.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.