Dalam dunia penerbangan, baik berawak maupun nirawak, keselamatan adalah prioritas utama. Untuk memastikan hal tersebut, setiap pilot wajib memahami berbagai informasi krusial terkait kondisi ruang udara yang akan digunakan. Salah satu informasi paling vital adalah NOTAM.
Apa Itu NOTAM?
NOTAM, singkatan dari Notice to Airmen (atau kini sering juga disebut Notice to Air Missions), adalah pemberitahuan resmi yang disebarkan kepada seluruh komunitas penerbangan. Informasi ini berisi kondisi, perubahan, atau potensi bahaya dalam fasilitas, layanan, prosedur, atau gangguan di ruang udara tertentu yang perlu diketahui pilot sebelum dan selama penerbangan. kabarpenumpang.com NOTAM diterbitkan oleh penyedia layanan navigasi penerbangan, di Indonesia oleh AirNav Indonesia melalui unit AIS/NOTAM Office-nya. idrone.id Fungsinya bukan sebagai 'izin' itu sendiri, melainkan mekanisme pemberitahuan atas suatu aktivitas yang telah disetujui atau adanya kondisi khusus di ruang udara.
Contoh isi NOTAM sangat beragam, mulai dari penutupan landasan pacu, lampu navigasi bandara yang mati, latihan militer, hingga aktivitas abu vulkanik. Dalam konteks drone, NOTAM bisa memberitahukan adanya aktivitas pesawat udara tanpa awak di koordinat, ketinggian, dan rentang waktu spesifik, sehingga pilot pesawat berawak lainnya dapat waspada. remotepilot.id
Mengapa NOTAM Penting untuk Pilot Drone?
Meskipun drone seringkali beroperasi di ketinggian rendah, pilot drone profesional tetap wajib memahami dan mematuhi NOTAM. Ada beberapa alasan kuat mengapa hal ini esensial,
- Keselamatan Penerbangan, NOTAM memastikan bahwa operasi drone tidak akan mengganggu atau membahayakan penerbangan berawak. Informasi tentang Temporary Restricted Area (TRA) karena latihan militer atau kunjungan VIP, misalnya, sangat penting untuk dihindari. TRA yang mencakup ketinggian rendah (dari surface/permukaan) akan sangat memengaruhi operasi drone. blog.drone.co.id
- Kepatuhan Regulasi, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2020 mengatur pengoperasian pesawat udara tanpa awak di ruang udara Indonesia. Kepatuhan terhadap NOTAM adalah bagian integral dari regulasi ini. Operasi drone yang tidak sesuai NOTAM dapat berujung pada sanksi hukum.
- Perencanaan Misi yang Akurat, Memahami NOTAM memungkinkan pilot untuk merencanakan jalur penerbangan, ketinggian, dan jadwal operasi dengan lebih aman dan efisien, menghindari area terlarang atau berbahaya yang bersifat sementara.
- Mencegah Konflik Ruang Udara, NOTAM adalah alat komunikasi antara semua pengguna ruang udara. Pilot drone yang mengabaikan NOTAM berisiko tinggi menciptakan konflik dengan pesawat berawak, terutama di area yang berdekatan dengan jalur penerbangan komersial atau Controlled Airspace (ruang udara terkontrol).
Kapan Pilot Drone Perlu NOTAM?
Tidak semua penerbangan drone memerlukan NOTAM. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan pilot drone untuk mengurus izin terbang (Flight Approval) yang kemudian akan diterbitkan dalam bentuk NOTAM oleh AirNav Indonesia. Kondisi tersebut meliputi,
- Terbang di area Controlled Airspace (dekat bandara atau jalur lalu lintas udara).
- Terbang di atas ketinggian 120 meter (400 kaki).
- Melakukan kegiatan komersial (bisnis/proyek kerja).
- Menerbangkan drone dengan berat di atas 25 kg.
- Terbang di wilayah yang masuk dalam VFR Chart sebagai area terlarang atau terbatas. remotepilot.id
Penting untuk diingat bahwa memiliki Sertifikat Remote Pilot (RPC) dan drone yang terdaftar di SIDOPI GO saja tidak cukup. Jika Anda melakukan kegiatan komersial atau terbang di wilayah udara terkendali, izin terbang spesifik (dengan NOTAM terkait) tetap wajib diurus. remotepilot.id
Baca Juga
Terbang Aman di Control Zone (CTR), Panduan Koordinasi ATC untuk Pilot Drone Bersertifikat

Bagaimana Cara Mengakses dan Membaca NOTAM di Indonesia?
Sumber resmi NOTAM untuk wilayah Indonesia adalah AIS (Aeronautical Information Service) yang dikelola AirNav Indonesia. Pilot drone dapat mengakses informasi ini sebagai bagian dari pre-flight briefing. blog.drone.co.id Selain itu, platform seperti SIDOPI GO dari DKPPU juga menyajikan informasi ruang udara terkini yang mencakup NOTAM relevan.
Langkah-langkah umum untuk mengecek NOTAM sebelum penerbangan drone,
- Tentukan koordinat dan radius area operasi Anda.
- Akses sumber NOTAM (AIS Indonesia atau platform digital yang relevan).
- Filter NOTAM berdasarkan lokasi dan waktu operasi.
- Identifikasi NOTAM dengan batas bawah SFC (surface) atau di bawah ketinggian operasi drone Anda.
- Baca Field E (Description) dari setiap NOTAM yang relevan untuk memahami pembatasan.
- Catat pembatasan yang berlaku dan sesuaikan rencana penerbangan Anda.
- Periksa ulang NOTAM sesaat sebelum terbang (sekitar 1 jam) karena NOTAM bisa diterbitkan kapan saja. blog.drone.co.id
Selain NOTAM, pilot drone juga perlu mengecek AIP (Aeronautical Information Publication) untuk zona larangan terbang permanen (prohibited area), kawasan militer, dan restricted area permanen yang mungkin tidak tercakup dalam NOTAM. blog.drone.co.id Koordinasi langsung dengan otoritas setempat juga diperlukan untuk operasi di area sensitif.
Kesimpulan
Memahami dan mematuhi NOTAM adalah pilar esensial bagi setiap pilot drone yang ingin beroperasi secara profesional, aman, dan legal di Indonesia. NOTAM bukan sekadar formalitas, melainkan alat vital untuk menjaga keselamatan penerbangan dan memastikan kelancaran operasi di ruang udara yang semakin padat ini. Pengabaian terhadap NOTAM dapat menimbulkan risiko serius, baik bagi keselamatan maupun implikasi hukum. Oleh karena itu, integrasikan pengecekan NOTAM dalam setiap prosedur pra-penerbangan Anda, sebagaimana wajibnya memiliki sertifikasi remote pilot dari DKPPU. Tingkatkan kompetensi Anda melalui program pelatihan di Remote Pilot Academy untuk menjadi pilot drone yang bertanggung jawab dan patuh regulasi.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.


