Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Remote Pilot Certification Course Oktober 2026, Empat Hari Online dan Dua Hari Tatap Muka di Jakarta

Kembali ke Blog
Sertifikasi25 September 20266 menit baca

Remote Pilot Certification Course Oktober 2026, Empat Hari Online dan Dua Hari Tatap Muka di Jakarta

Batch Oktober 2026 dibuka dengan kelas online 5 sampai 8 Oktober dan praktik terbang 10 sampai 11 Oktober di Hotel Amaris Kemang, lengkap dengan pendampingan sampai sertifikat DKPPU terbit.

Instruktur memperagakan drone kepada peserta Remote Pilot Certification Course di lapangan

Banyak orang sudah bisa menerbangkan drone, tetapi belum boleh memakainya untuk pekerjaan. Begitu drone dipakai untuk proyek, entah pemetaan kebun, dokumentasi konstruksi, atau inspeksi aset, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mewajibkan penerbangnya memegang sertifikat Remote Pilot. Tanpa sertifikat itu, pekerjaan yang secara teknis beres tetap berdiri di atas dasar hukum yang rapuh.

Untuk menjawab kebutuhan itu, PT Remote Pilot Indonesia membuka Remote Pilot Certification Course batch Oktober 2026. Kelas online berjalan Senin sampai Kamis, 5 sampai 8 Oktober 2026, lalu dilanjutkan dua hari tatap muka pada Sabtu dan Minggu, 10 sampai 11 Oktober 2026, di Hotel Amaris Kemang, Jakarta Selatan.

Program ini tidak berhenti di hari terakhir kelas. Setiap peserta kami dampingi mengurus uji kompetensi di SIDOPIGO sampai sertifikat Remote Pilot dari DKPPU Kementerian Perhubungan benar-benar terbit. Kalau ingin tanya detail lebih dulu, kirim saja pesan WhatsApp ke 0811 31 9191.

Kenapa Kelasnya Dibagi Online dan Tatap Muka

Dari pengalaman kami melatih peserta instansi dan perusahaan, hambatan terbesar biasanya bukan materi, melainkan izin meninggalkan kantor selama seminggu penuh. Karena itu seluruh teori kami pindahkan ke Google Meet setiap hari pukul 08.00 sampai 16.30 WIB, sehingga peserta bisa belajar dari meja kerja atau rumah masing-masing.

Praktik terbang tidak bisa diwakilkan layar. Refleks mengoreksi drone yang terdorong angin, rasa jarak saat mendarat, dan ketenangan ketika sinyal tiba-tiba lemah hanya terbentuk dengan memegang remote sungguhan. Dua hari di Hotel Amaris Kemang, pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, kami pakai sepenuhnya untuk itu.

Pola ini juga meringankan peserta dari luar Jakarta. Mereka cukup datang untuk akhir pekan, tanpa perlu menginap hampir seminggu di ibu kota.

Instruktur menyampaikan materi aeronautical knowledge di depan kelas sertifikasi remote pilot

Siapa yang Paling Diuntungkan dari Batch Ini

Kelas ini terbuka untuk pemula yang belum pernah memegang remote, dan untuk mereka yang sudah terbang otodidak bertahun-tahun tetapi belum bersertifikat. Kelompok kedua justru sering kaget di sesi regulasi, karena banyak kebiasaan terbang yang selama ini dianggap wajar ternyata melanggar batas ruang udara atau KKOP.

Profil peserta yang paling sering kami temui cukup beragam.

  • Pegawai kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN yang ditugaskan memetakan atau memantau wilayah kerja
  • Staf perusahaan konstruksi, tambang, perkebunan, dan energi yang mulai memakai drone untuk laporan lapangan
  • Fotografer dan videografer yang ingin menerima proyek komersial secara sah
  • Dosen, peneliti, dan mahasiswa yang memakai drone untuk riset lapangan

Apa pun latar belakangnya, alasannya hampir selalu sama. Organisasi mereka mulai menanyakan bukti kompetensi, dan tender atau kontrak kerja makin sering mencantumkan sertifikat Remote Pilot sebagai syarat. Risiko terbang tanpa sertifikat kami uraikan di sanksi hukum bagi operator drone yang tidak bersertifikat.

Empat Hari Online Membangun Aeronautical Knowledge

Materi online disusun mengikuti standar kompetensi nasional, jadi isinya sejalan dengan yang diujikan di SIDOPIGO. Kami tidak mengajarkan hafalan soal. Peserta diajak memahami alasan di balik setiap aturan, karena pemahaman itulah yang dipakai saat mengambil keputusan di lapangan.

Pokok bahasan yang kami tuntaskan selama empat hari mencakup banyak hal.

  • Regulasi pengoperasian SPUKTA di Indonesia beserta etika penerbangan drone
  • Klasifikasi ruang udara, kawasan KKOP, dan pembatasan penerbangan
  • Cuaca penerbangan, sumber informasinya, dan pengaruhnya pada performa drone
  • Beban, pusat gravitasi, dan penentuan performa sesuai kondisi operasi
  • Prosedur darurat, crew resource management, dan aeronautical decision making
  • Komunikasi radio serta koordinasi dengan otoritas bandar udara setempat
  • Pengaruh kelelahan, alkohol, dan obat-obatan terhadap penerbang

Hari-hari online juga dipakai untuk mengenalkan drone secara teknis, mulai dari perbedaan multirotor dan fixed wing, komponen dan sistem GNSS, sampai pengaturan return to home, batas ketinggian, dan batas jarak di aplikasi kendali. Istilah SPUKTA yang terus muncul di materi regulasi kami jelaskan di apa itu SPUKTA dan kenapa istilah ini dipakai untuk drone di Indonesia.

Peserta menyimak materi regulasi ruang udara yang ditampilkan di layar presentasi

Baca Juga

Membongkar Proses Pelatihan Drone untuk Fotogrametri dan Pemetaan Udara Profesional

Drone multirotor terbang di atas lahan pertanian untuk pemetaan udara

Dua Hari di Amaris Kemang Khusus untuk Terbang

Semua drone untuk latihan dan ujian praktik kami siapkan, jadi peserta datang cukup membawa diri dan berkas persyaratan. Sesi dibuka dengan checklist pra-terbang dan penanganan baterai LiPo, dua hal yang paling sering disepelekan padahal paling sering jadi penyebab insiden.

Latihan kemudian naik bertahap.

  • Lepas landas, hover stabil, dan pendaratan di titik yang ditentukan
  • Manuver maju, mundur, ke samping, dan rotasi yaw
  • Pola terbang kotak, lingkaran, dan angka delapan
  • Simulasi kehilangan sinyal dan baterai lemah
  • Ujian praktik terbang yang dinilai langsung oleh instruktur

Pola angka delapan biasanya jadi titik yang paling menguji. Di situ peserta harus mengatur throttle, arah, dan yaw bersamaan tanpa kehilangan orientasi hidung drone. Kami lebih suka memberi waktu ekstra di pola ini daripada terburu-buru ke ujian, dan tempo latihan memang kami sesuaikan dengan kemampuan tiap peserta. Gambaran format penilaiannya ada di tahapan ujian praktik dan teori sertifikasi remote pilot.

Peserta mengisi checklist pra-terbang di samping drone sebelum latihan terbang Instruktur memberikan briefing kepada peserta sebelum sesi latihan terbang di lapangan

Pendampingan SIDOPIGO Sampai Sertifikat DKPPU di Tangan

Di sinilah banyak lembaga pelatihan berhenti, dan di sini pula peserta paling sering tersendat. Akun SIDOPIGO yang salah isi, berkas yang ditolak karena format foto, atau jadwal uji yang terlewat bisa membuat sertifikat tertunda berminggu-minggu. Tim kami mendampingi pendaftaran, pengunggahan berkas, sampai uji kompetensi selesai.

Sertifikat yang dituju adalah sertifikat Remote Pilot dari DKPPU Kementerian Perhubungan, bukan sertifikat kompetensi BNSP. Keduanya sering tertukar, padahal dasar hukum dan kegunaannya berbeda, seperti yang kami bahas di sertifikat Remote Pilot dari DKPPU, bukan BNSP.

Bagi yang ingin memahami alur sistemnya sebelum kelas dimulai, artikel cara kerja sistem SIDOPIGO untuk registrasi dan sertifikasi drone bisa jadi bekal awal yang baik.

Peserta menerima sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan sertifikasi remote pilot

Fasilitas dan Berkas yang Perlu Disiapkan

Setiap peserta menerima perlengkapan yang bisa langsung dipakai setelah pelatihan.

  • Kaos polo dan topi Drone Indonesia
  • Buku cetak berjudul Drone dan The Remote Pilot
  • Modul digital SOP penerbangan drone
  • Sertifikat pelatihan dari PT Remote Pilot Indonesia
  • Venue ber-AC, makan siang, dan dua kali coffee break selama sesi tatap muka
  • Keanggotaan grup WhatsApp alumni dan kartu anggota Komunitas Drone Indonesia

Berkas persyaratan sebaiknya disiapkan sebelum kelas online dimulai, karena sebagian dipakai untuk pendaftaran SIDOPIGO.

  • Fotokopi KTP Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 17 tahun
  • Pasfoto berlatar merah
  • Surat keterangan sehat yang menyebutkan tidak buta warna
  • Laptop dengan koneksi internet stabil untuk sesi online

Satu syarat lagi yang tidak tertulis di berkas tetapi sama pentingnya adalah kesediaan mengikuti seluruh rangkaian. Peserta yang bolong di sesi regulasi biasanya kesulitan saat uji kompetensi, sekalipun terbangnya sudah lancar.

Foto bersama peserta dan instruktur pelatihan pemetaan udara dan sertifikasi pilot UAV

Baca Juga

Sertifikasi Pilot Drone, Roadmap Menuju Integrasi Aman Ruang Udara Nasional

Seorang pilot drone profesional mengoperasikan drone di area perkotaan dengan latar belakang langit biru

Pertanyaan yang Sering Masuk ke WhatsApp Kami

Apakah saya perlu membawa drone sendiri?

Tidak perlu. Drone untuk latihan dan ujian praktik disediakan panitia selama dua hari tatap muka.

Saya belum pernah menerbangkan drone, apakah bisa ikut?

Bisa. Latihan dimulai dari hover dan pendaratan dasar, lalu naik bertahap sesuai kemampuan masing-masing peserta.

Berapa biayanya dan bagaimana cara mendaftar?

Informasi biaya, sisa kuota, dan cara pendaftaran kami sampaikan langsung lewat WhatsApp di 0811 31 9191.

Amankan Kursi Sebelum Kelas Dibuka 5 Oktober

Kelas online dimulai Senin, 5 Oktober 2026, dan proses berkas SIDOPIGO lebih lancar kalau disiapkan sejak awal. Peserta yang mendaftar di menit terakhir biasanya masih sibuk mengurus surat sehat saat materi sudah berjalan.

Seluruh sesi dipandu instruktur bersertifikat BNSP dengan pengalaman mengajar lebih dari sepuluh tahun, yang sudah melatih peserta dari KLHK, KKP, BPBD, berbagai BPDASHL, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta. Informasi umum programnya bisa dilihat di halaman Sertifikasi Remote Pilot (RPC), dan instansi yang ingin jadwal serta lokasi khusus untuk timnya bisa memilih In-House Training.

Untuk detail program, biaya, dan pendaftaran batch Oktober, hubungi kami lewat WhatsApp di 0811 31 9191. Tim kami akan menemani Anda dari hari pertama kelas sampai sertifikat Remote Pilot terbit.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.