Patroli karhutla dalam jarak pandang mata terbatas beberapa ratus meter dari pilot. Untuk konsesi perkebunan, hutan tanaman industri, dan kawasan konservasi seluas puluhan ribu hektare, cakupan itu tidak memadai.
Menambah jumlah regu untuk menutup semuanya mahal dan sulit dikoordinasikan. Sebagian besar area tetap tidak terpantau di jam-jam paling rawan.
Operasi Beyond Visual Line of Sight, atau BVLOS, memungkinkan satu wahana menyusuri koridor panjang dan area terpencil dalam satu penerbangan. Jangkauannya berlipat tanpa menambah personel di lapangan.
Kenapa BVLOS Cocok untuk Karhutla
Misi pemantauan karhutla umumnya berupa lintasan memanjang di sepanjang batas lahan, kanal, dan jalur rawan. Bentuk misi ini sesuai dengan kekuatan drone sayap tetap dan VTOL yang efisien di jarak jauh.
Wahana yang terbang BVLOS bisa menempuh puluhan kilometer sambil membawa kamera visual dan thermal. Temuan asap atau titik panas dikirim mendekati waktu nyata ke posko.
Konsep dan manfaat BVLOS untuk operasi jarak jauh kami bahas lebih lengkap di apa itu BVLOS. Karhutla adalah salah satu penerapannya yang paling masuk akal.
Syarat yang Harus Dipenuhi
Jangkauan yang lebih jauh datang bersama kelengkapan yang lebih berat. BVLOS memerlukan otorisasi khusus dari Direktur Jenderal sebelum wahana boleh lepas landas.
Wahana harus punya fitur keselamatan redundan dan sistem pemantauan posisi. Kajian risiko dan prosedur darurat wajib disusun dan disetujui sebelum operasi.
Pengajuannya melewati alur yang dijelaskan di artikel BVLOS, dan tetap tunduk pada batasan ruang udara di PM 37 Tahun 2020.
Titik Rawan yang Perlu Diwaspadai
Saat karhutla aktif, koridor BVLOS bisa beririsan dengan jalur helikopter water bombing dan pesawat modifikasi cuaca. Perencanaan rute wajib menghindari area operasi udara berawak.
Prosedur koordinasi tetap berlaku sepenuhnya, mengikuti prosedur koordinasi ruang udara. BVLOS tidak membebaskan operator dari kewajiban ini.
Kabut asap tebal mengganggu sensor dan tautan komunikasi. Ada ambang kondisi di mana operasi BVLOS harus dibatalkan, dan ambang itu ditetapkan sebelum wahana lepas landas.
Baca Juga
Dukungan Data Drone untuk Analisis Sebaran Asap dan Dampak Karhutla

Membangun Kapasitas BVLOS Secara Bertahap
Jalur menuju operasi BVLOS yang aman dimulai dari Sertifikasi Remote Pilot (RPC). Kompetensi dasar penerbangan dan regulasi harus solid lebih dulu.
Pembekalan khusus dilanjutkan di pelatihan operasional BVLOS dan misi jarak jauh. Perusahaan yang ingin menjadikan ini kapabilitas internal bisa menempuh jalur In-House Training.
Jangkauan luas hanya bermanfaat jika prosedurnya sedisiplin jangkauannya. Operator yang meremehkan ini justru menambah risiko di kawasan yang seharusnya mereka lindungi.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.


