Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Dukungan Data Drone untuk Analisis Sebaran Asap dan Dampak Karhutla

Kembali ke Blog
Industri12 Agustus 20262 menit baca

Dukungan Data Drone untuk Analisis Sebaran Asap dan Dampak Karhutla

Model sebaran asap butuh data lapangan yang akurat tentang lokasi sumber, luas area terbakar, dan kondisi bahan bakar. Drone menyediakan lapisan data resolusi tinggi yang melengkapi citra satelit dan stasiun kualitas udara.

Kabut asap tebal menyelimuti lanskap perkebunan terlihat dari ketinggian

Asap karhutla melintasi batas kabupaten bahkan negara, memicu masalah kesehatan dan mengganggu penerbangan. Menganalisis sebarannya membutuhkan gambaran yang jelas tentang sumbernya.

Citra satelit dan stasiun pemantau kualitas udara memberi cakupan luas, tetapi resolusinya kasar untuk urusan sumber. Titik mana yang menyumbang asap paling banyak sering tidak jelas dari data itu saja.

Drone melengkapi dengan lapisan data resolusi tinggi di sekitar sumber. Informasi ini memperkuat model sebaran dan analisis dampak.

Data Sumber yang Bisa Disediakan Drone

Drone memetakan luas area yang aktif terbakar, bukan hanya area yang pernah terbakar. Perbedaan keduanya penting untuk memperkirakan laju keluaran asap saat ini.

Jenis bahan bakar juga bisa diidentifikasi dari citra, apakah rumput, semak, tegakan pohon, atau gambut. Setiap jenis menghasilkan asap dengan karakteristik berbeda.

Untuk lahan gambut, indikasi kedalaman api dari pola asap permukaan membantu memperkirakan durasi kejadian. Kebakaran gambut cenderung berlangsung lama dan menghasilkan asap pekat.

Menggabungkan dengan Sumber Data Lain

Data luas dan jenis bahan bakar dari drone menjadi masukan untuk model sebaran yang juga memakai data angin dan kelembapan. Model jadi lebih dekat dengan kondisi nyata.

Peta area terbakar dari drone dibandingkan dengan hasil verifikasi hotspot satelit untuk mengoreksi estimasi berbasis satelit. Selisihnya sering signifikan di kejadian kecil hingga menengah.

Hasil pemetaan pascakarhutla menutup analisis dengan angka luas akhir yang teliti. Rangkaian data ini berguna untuk laporan dan evaluasi kebijakan.

Batas Peran Drone dalam Analisis Asap

Drone tidak mengukur konsentrasi partikel di udara pada jarak jauh. Pengukuran itu tetap menjadi ranah sensor kualitas udara dan satelit atmosfer.

Terbang di dalam gumpalan asap pekat juga berbahaya dan sering tidak layak, seperti dibahas di tantangan menerbangkan drone di tengah kabut asap. Peran drone berhenti di karakterisasi sumber, bukan pemantauan sebaran jarak jauh.

Memahami batas ini menjaga analisis tetap jujur. Data drone kuat untuk sumber, dan lemah untuk hal-hal yang jauh dari titik api.

Baca Juga

Drone Thermal untuk Memantau Efektivitas Sekat Bakar dan Embung di Lahan Gambut

Pemandangan udara jalur sekat bakar dan embung penampung air di tepi lahan gambut

Kompetensi Pemetaan yang Menopang Analisis

Analisis sebaran asap hanya sebaik data sumbernya. Data sumber yang akurat berasal dari pemetaan yang metodenya benar dan konsisten.

Keterampilan ini dilatih di program Fotogrametri dan Pemetaan Udara di atas dasar Sertifikasi Remote Pilot (RPC).

Regu yang bisa menghasilkan data sumber yang rapi membuat model asap lebih dapat dipercaya. Kontribusi ini penting untuk peringatan dini kesehatan masyarakat dan keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.