Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah Gambut dengan Drone untuk Cegah Karhutla

Kembali ke Blog
Industri12 Agustus 20262 menit baca

Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah Gambut dengan Drone untuk Cegah Karhutla

Gambut yang basah sulit terbakar, gambut yang kering nyaris pasti terbakar bila ada pemicu. Drone membantu memetakan jaringan kanal, menilai kondisi sekat, dan memantau area yang muka airnya turun sebagai peringatan dini.

Pemandangan udara jaringan kanal di lahan gambut dengan sekat penahan air

Karhutla di lahan gambut hampir selalu berkaitan dengan air. Ketika muka air tanah turun jauh di bawah permukaan, lapisan gambut mengering dan berubah menjadi bahan bakar.

Gambut kering menyala mudah dan padam sulit. Api merambat di bawah permukaan dan bertahan meski hujan turun di atasnya.

Menjaga gambut tetap basah adalah strategi pencegahan yang paling mendasar. Drone membantu memantau kondisi air di skala lanskap, melengkapi sensor titik di lapangan.

Kenapa Muka Air Jadi Indikator Utama

Ketentuan pengelolaan ekosistem gambut mengatur agar tinggi muka air tanah di titik penaatan tidak lebih rendah dari 0,4 meter di bawah permukaan. Ambang ini dipilih berdasarkan hubungannya dengan risiko kebakaran.

Di bawah ambang itu, peluang gambut terbakar naik tajam. Angka muka air menjadi peringatan dini yang lebih awal daripada munculnya asap.

Sensor muka air memberi data akurat di titik-titik tertentu. Drone melengkapi dengan gambaran spasial jaringan air di antara titik-titik itu.

Peran Drone dalam Pemetaan Hidrologi Lahan

Dengan fotogrametri dan LiDAR, drone memetakan jaringan kanal dan mengukur elevasi mikro yang menentukan arah aliran air.

Kondisi sekat penahan air dinilai dari udara, apakah masih berfungsi menahan air atau sudah jebol. Sekat yang bocor mempercepat pengeringan area di hulunya.

Kamera multispektral menambah informasi tentang tekanan air pada vegetasi permukaan. Tanaman yang stres air sering menjadi tanda area yang mengering lebih dulu.

Menghubungkan Data dengan Tindakan

Peta yang menunjukkan sekat rusak menjadi daftar kerja pemeliharaan yang konkret. Tim perbaikan tidak perlu menyusuri seluruh jaringan untuk menemukan titik yang bermasalah.

Area yang muka airnya turun naik prioritas dalam rute patroli pencegahan. Pengawasan diperketat sebelum kondisi kritis terlewati.

Model elevasi dari drone juga membantu merancang lokasi sekat baru. Penempatan yang tepat menahan lebih banyak air dengan biaya konstruksi yang sama.

Baca Juga

Dukungan Data Drone untuk Analisis Sebaran Asap dan Dampak Karhutla

Kabut asap tebal menyelimuti lanskap perkebunan terlihat dari ketinggian

Pemetaan Rutin sebagai Kebiasaan

Nilai pemantauan gambut muncul dari pengulangan. Peta sekali jadi kurang berguna dibanding rangkaian peta yang menunjukkan tren pengeringan.

Ini menuntut jadwal terbang yang tetap sepanjang kemarau dan pengolahan data yang konsisten. Program yang berjalan setengah-setengah tidak memberi peringatan yang berguna.

Rangkaian data antar musim juga menjadi dasar evaluasi program restorasi gambut. Keberhasilan pembasahan lebih meyakinkan bila didukung peta, bukan hanya laporan.

Kompetensi yang Menopang Program

Pemetaan elevasi dan hidrologi lahan menuntut ketelitian georeferensi yang tidak bisa dicapai tanpa latihan terstruktur. Kesalahan kecil pada elevasi mengubah arah aliran yang terbaca.

Keterampilan ini dilatih di program Fotogrametri dan Pemetaan Udara, di atas fondasi Sertifikasi Remote Pilot (RPC). Konteks pengelolaan lahan basah diperdalam di Drone untuk Kehutanan dan Lingkungan.

Gambut yang terjaga airnya jarang masuk berita karhutla. Pemantauan rutin adalah pekerjaan yang tidak terlihat justru karena berhasil mencegah kebakaran.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.