Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Drone Thermal DJI untuk Deteksi Dini Titik Api di Lahan Gambut

Kembali ke Blog
Teknologi11 Agustus 20262 menit baca

Drone Thermal DJI untuk Deteksi Dini Titik Api di Lahan Gambut

Payload thermal seperti Zenmuse H20T dan H30T serta drone Matrice 30T membaca radiasi inframerah dari bara yang belum terlihat mata. Deteksi beberapa jam lebih awal menentukan apakah api bisa dipadamkan satu regu atau butuh operasi besar.

Drone enterprise dengan gimbal kamera thermal terbang rendah di atas lahan gambut kering

Titik api di lahan gambut jarang dimulai sebagai kobaran besar. Awalnya berupa bara kecil yang membakar bahan organik kering, mengeluarkan asap tipis, dan merambat perlahan di bawah lapisan permukaan.

Pada tahap ini, mata manusia dan kamera biasa sering melewatkannya. Kamera thermal masih bisa menangkap selisih suhu yang ditimbulkannya.

Selisih beberapa jam antara deteksi dan penanganan menentukan skala operasi. Api yang ketahuan saat masih sebesar tikar bisa dipadamkan satu regu, sedangkan yang terlambat butuh helikopter dan ratusan personel.

Payload Thermal DJI yang Relevan

Tiga pilihan paling umum di ekosistem DJI adalah Zenmuse H20T dan H30T yang dipasang pada seri Matrice 300, 350, atau 400, serta drone ringkas Matrice 30T yang menyatukan kamera zoom, wide, dan thermal dalam satu bodi tahan cuaca.

Sensor thermal pada kelas ini beresolusi 640 kali 512 piksel dan bersifat radiometrik. Setiap piksel membawa nilai suhu dalam satuan derajat, sehingga pilot bisa mengukur seberapa panas sebuah titik dan membandingkannya antar lokasi.

Kemampuan zoom pada payload yang sama membantu pilot menahan jarak aman dari asap sambil memeriksa detail titik bara. Cara memilih payload untuk platform Matrice diuraikan di panduan memilih Zenmuse.

Cara Kerja di Lapangan

Pola terbang yang lazim adalah grid pada ketinggian rendah di area yang ditandai berisiko. Biasanya jalur ini menyusuri kanal, bekas tebangan, dan batas lahan yang bersinggungan dengan aktivitas manusia.

Citra thermal menyorot anomali panas sebagai bercak terang. Pilot memverifikasi setiap anomali dengan kamera visual dan zoom untuk memisahkan bara sungguhan dari benda panas lain seperti atap seng atau aspal.

Waktu paling produktif adalah dini hari atau menjelang malam, saat suhu lingkungan turun sehingga kontras antara bara dan latar belakang menjadi tajam. Prinsip kontras suhu ini sama dengan yang dipakai pada inspeksi thermal di bidang lain.

Batasan yang Harus Dipahami

Thermal membaca suhu permukaan, bukan bara di dalam tanah. Bara yang membakar gambut pada kedalaman lebih dari beberapa puluh sentimeter tidak selalu memancarkan panas yang cukup ke permukaan untuk terbaca langsung.

Dalam kondisi seperti ini, indikator yang lebih andal adalah asap yang keluar dari tanah dan titik panas permukaan di sekitarnya. Detail mekanismenya kami uraikan di cara kamera thermal mendeteksi bara bawah permukaan.

Siang hari yang terik juga menyulitkan karena seluruh permukaan sudah panas dan kontrasnya hilang. Jadwal terbang perlu menyesuaikan diri dengan sifat fisik ini.

Baca Juga

Cara Kamera Thermal Drone Mendeteksi Bara Api Bawah Permukaan Gambut

Citra thermal menampilkan bercak panas terang di permukaan lahan gambut yang berasap

Menyiapkan Operator Thermal untuk Musim Kemarau

Membaca citra thermal secara benar butuh latihan. Salah tafsir bisa berujung pemadaman yang sia-sia atau titik api yang terlewat sampai membesar.

Fondasi operasinya ada di Sertifikasi Remote Pilot (RPC), dan penerapannya untuk pemantauan lahan diperdalam di program Drone untuk Kehutanan dan Lingkungan.

Dengan operator yang terlatih, sensor thermal berhenti menjadi gadget mahal. Ia menjadi alat deteksi dini yang bisa menyelamatkan ratusan hektare setiap kali musim kering datang.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.