Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Drone Indonesia Ada Berapa?

Kembali ke Blog
Industri4 September 20263 menit baca

Drone Indonesia Ada Berapa?

Tidak ada angka resmi tunggal, tetapi estimasi industri menyebut puluhan ribu hingga ratusan ribu drone beredar di Indonesia. Ini rincian datanya dan dari mana asalnya.

Beberapa unit drone konsumer dan komersial berjajar di atas meja kerja

Tidak ada satu pun lembaga di Indonesia yang bisa menyebut angka pasti berapa drone yang ada di negeri ini. Kementerian Perhubungan hanya memegang data unit yang diregistrasi lewat sistem resmi, dan jumlah itu selalu lebih kecil daripada yang benar benar beredar di lapangan.

Perkiraan yang beredar di kalangan industri berkisar dari belasan ribu unit pada awal dekade ini hingga ratusan ribu jika hobi dan komersial digabung. Rentangnya lebar karena definisinya berbeda beda, ada yang menghitung unit terdaftar, ada yang menghitung unit terjual, ada pula yang menghitung populasi aktif.

Supaya tidak menyesatkan, lebih baik memahami dari mana tiap angka berasal dan apa batasannya, ketimbang mengutip satu nominal seolah itu fakta tunggal.

Kenapa Tidak Ada Angka Pasti

Registrasi drone di Indonesia belum menyeluruh. Banyak pemilik drone konsumer tidak mendaftarkan unitnya karena merasa hanya dipakai untuk hobi, padahal kewajiban registrasi berlaku untuk bobot 250 gram ke atas.

Drone di bawah 250 gram, yang jumlahnya sangat banyak di pasar kreator, tidak wajib diregistrasi sehingga nyaris mustahil dihitung. Unit yang dibawa masuk sebagai barang jinjing dari luar negeri dan drone rakitan hobi juga jarang tercatat di mana pun.

Akibatnya, data resmi hanya menangkap sebagian kecil populasi, terutama dari operator komersial yang butuh izin terbang dan perusahaan yang tertib administrasi. Selisih antara yang tercatat dan yang beredar inilah sumber utama ketidakpastian.

Angka yang Beredar di Kalangan Industri

Saat sistem registrasi daring diluncurkan pada April 2021, Asosiasi Pilot Drone Indonesia memperkirakan ada sekitar 15.000 unit drone yang beroperasi di Tanah Air. Angka itu sudah menjadi rujukan umum selama beberapa tahun.

Kajian Outlook Industri Drone Indonesia 2023 memberi gambaran lebih rinci. Populasi drone konsumer dengan nilai di bawah Rp20 juta disebut tumbuh sekitar 30 persen dalam setahun, dari kira kira 60.000 unit pada Agustus 2021 menjadi sekitar 90.000 unit. Drone kelas industri dengan nilai Rp20 juta ke atas diperkirakan berada di kisaran 5.000 hingga 10.000 unit.

Kalau tren pertumbuhan itu berlanjut, populasi drone konsumer di Indonesia hari ini kemungkinan sudah menembus enam digit. Namun perlu ditegaskan, semua ini estimasi industri, bukan sensus resmi.

Membedakan Drone Terdaftar dan Drone Beredar

Sistem SIDOPI-GO yang dikelola Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara adalah kanal resmi untuk mendaftarkan drone dan pilot. Kewajibannya berlaku untuk unit berbobot 250 gram sampai 25 kilogram, dan alur lengkapnya dijelaskan pada panduan cara kerja sistem SIDOPI-GO.

Saat pertama diluncurkan, baru masuk 150 pengajuan registrasi drone dan 235 pengajuan remote pilot. Jumlah itu terus naik seiring makin ketatnya penegakan aturan dan makin banyaknya tender yang mensyaratkan pilot bersertifikat.

Tetap saja, angka terdaftar bukan potret populasi. Ia lebih tepat dibaca sebagai indikator kepatuhan, dan sebagai ukuran seberapa serius sebuah operator menjalankan usahanya. Kewajiban administratif lain seperti identitas elektronik dibahas pada artikel kenapa drone butuh Remote ID.

Baca Juga

Apakah Ada Drone Asli Indonesia?

Teknisi merakit rangka drone sayap tetap di bengkel produksi lokal

Berapa Drone yang Dimiliki Militer

Di luar ranah sipil, TNI mengoperasikan armada pesawat tanpa awak tersendiri. Inventaris aktif TNI Angkatan Udara mencakup belasan unit dari berbagai jenis, mulai drone intai buatan Israel hingga drone kombatan CH-4 buatan China.

Jumlah ini akan melonjak dalam beberapa tahun ke depan karena pesanan puluhan unit ANKA dari Turki dan puluhan unit Bayraktar TB3 sudah diteken. Rinciannya dibahas pada tulisan soal senjata drone yang dimiliki Indonesia.

Yang jelas, drone militer tidak masuk hitungan populasi sipil dan tidak diregistrasi lewat SIDOPI-GO. Keduanya adalah dua dunia data yang terpisah.

Angka yang Lebih Berguna daripada Sekadar Jumlah Unit

Buat pelaku industri, pertanyaan berapa jumlah drone sebenarnya kurang berguna dibanding pertanyaan berapa drone yang dioperasikan secara legal dan produktif. Populasi unit tidak menghasilkan nilai ekonomi, operasi yang benarlah yang menghasilkannya.

Indikator yang lebih relevan adalah jumlah pilot bersertifikat, jumlah izin operasi yang aktif, dan sebaran sektor yang memakai drone untuk pekerjaan nyata. Pemetaan sektor pemakainya bisa dilihat pada ulasan sektor industri yang memanfaatkan drone di Indonesia, dan kerangka regulasinya pada aturan DKPPU tentang drone komersial.

Kalau Anda termasuk yang ingin menambah statistik operator legal itu, mulailah dari kompetensi. Ikuti Pelatihan Dasar Drone untuk fondasi terbang yang aman, lalu lanjutkan ke Sertifikasi Remote Pilot agar unit dan lisensi Anda tercatat resmi dan siap dipakai untuk proyek berbayar.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.