Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Pemetaan Sebaran Karhutla dengan Drone untuk Perencanaan Pemadaman

Kembali ke Blog
Industri11 Agustus 20262 menit baca

Pemetaan Sebaran Karhutla dengan Drone untuk Perencanaan Pemadaman

Peta yang akurat menentukan ke mana regu darat bergerak, di mana sekat bakar dibuat, dan bagian mana yang diserahkan ke operasi udara. Drone menghasilkan peta sebaran api yang segar dalam hitungan jam, bukan hari.

Peta ortofoto dari drone menampilkan batas area terbakar dan arah rambatan asap

Komandan operasi karhutla mengambil keputusan berdasarkan gambaran spasial. Di mana batas api sekarang, ke arah mana ia bergerak, dan berapa luas yang sudah terbakar.

Tanpa peta yang segar, keputusan itu bersandar pada laporan lisan yang sering tidak konsisten antar regu. Kesalahan penempatan sumber daya jadi mahal.

Drone menutup kekurangan ini dengan produk pemetaan yang bisa dihasilkan langsung di lokasi. Selisih waktunya dari hari menjadi jam.

Produk Pemetaan yang Berguna di Posko

Dengan misi grid otomatis, drone mengumpulkan ratusan foto beresolusi tinggi yang diproses menjadi ortofoto ter-georeferensi. Dari sini tim dapat menarik batas area terbakar dan menghitung luas dengan cukup teliti.

Dasar tekniknya adalah fotogrametri, dan untuk area hutan lebat, LiDAR membantu menembus kanopi agar batas dan medan tetap terbaca.

Penerbangan berkala pada jam yang sama setiap hari menghasilkan rangkaian peta yang menunjukkan laju rambatan. Informasi ini sulit didapat dari cara lain secepat itu.

Cara Peta Dipakai di Lapangan

Peta sebaran mengarahkan penempatan regu darat pada sektor yang paling terancam atau paling mungkin dipertahankan. Regu tidak lagi menebak arah gerak api.

Lokasi pembuatan sekat bakar ditentukan di depan arah rambatan, memanfaatkan penghalang alami seperti kanal dan jalan. Efektivitas sekat itu bisa dipantau ulang dengan drone thermal.

Pembagian tugas dengan operasi udara juga jadi lebih jelas. Helikopter fokus pada front yang tidak terjangkau darat, sementara regu darat menahan sektor yang bisa diakses.

Menjaga Data Tetap Bisa Dipercaya

Peta hanya berguna jika akurasinya terjaga. Titik kontrol tanah, tumpang tindih foto yang cukup, dan pencatatan waktu akuisisi menjaga peta tetap konsisten antar hari.

Asap mengganggu jarak pandang dan sinyal, sehingga perencanaan misi harus mempertimbangkan kondisi ini. Batas amannya dibahas di tantangan menerbangkan drone di tengah kabut asap.

Data yang tidak bisa dipercaya lebih buruk daripada tidak ada data. Prosedur pengolahan yang tetap sama dari hari ke hari menjaga peta layak jadi dasar keputusan.

Baca Juga

Dukungan Data Drone untuk Analisis Sebaran Asap dan Dampak Karhutla

Kabut asap tebal menyelimuti lanskap perkebunan terlihat dari ketinggian

Kompetensi Pemetaan Cepat untuk Regu Karhutla

Pemetaan darurat menuntut kecepatan tanpa mengorbankan ketelitian. Kombinasi keduanya tidak datang tanpa latihan yang terstruktur.

Keterampilan ini dibangun lewat program Fotogrametri dan Pemetaan Udara di atas fondasi Sertifikasi Remote Pilot (RPC).

Regu yang bisa memetakan sendiri tidak perlu menunggu tim luar datang saat api sedang bergerak. Kemandirian itu yang membuat peta drone benar-benar berguna di lapangan.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.