Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Berapa Lama Proses Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia, dari Awal hingga RPC Terbit?

Kembali ke Blog
Sertifikasi6 Agustus 20264 menit baca

Berapa Lama Proses Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia, dari Awal hingga RPC Terbit?

Proses mendapatkan Remote Pilot Certificate (RPC) di Indonesia melibatkan beberapa tahapan penting, mulai dari pelatihan di UASTC hingga pengajuan di SIDOPI GO. Pahami estimasi waktu di setiap langkah agar perencanaan Anda lebih matang.

Seorang remote pilot memegang sertifikat RPC di samping drone

Mendapatkan Remote Pilot Certificate (RPC) atau sertifikasi pilot drone di Indonesia adalah langkah krusial bagi siapa pun yang ingin mengoperasikan drone secara profesional dan sesuai regulasi. Namun, seringkali muncul pertanyaan seputar durasi keseluruhan proses ini. Dari pendaftaran awal hingga sertifikat terbit, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui, masing-masing dengan estimasi waktu yang bervariasi.

Memahami jadwal ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki proyek atau target waktu tertentu. Prosesnya tidak instan, melibatkan pelatihan, persiapan dokumen, hingga verifikasi oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) melalui sistem SIDOPI GO. Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa meminimalkan hambatan dan mempercepat perolehan RPC.

Secara umum, proses sertifikasi pilot drone di Indonesia bisa memakan waktu antara 6 minggu hingga 3 bulan, tergantung pada kelancaran setiap tahapan dan responsivitas Anda dalam melengkapi persyaratan. Mari kita bedah setiap fasenya.

Tahap Awal, Pelatihan dan Persiapan Dokumen

Langkah pertama dan paling fundamental dalam proses sertifikasi adalah mengikuti pelatihan sertifikasi remote pilot (RPC) di lembaga pelatihan yang terakreditasi atau Unit Approved Drone Training and Certification (UASTC). Pelatihan ini mencakup teori dan praktik yang esensial. Umumnya, sesi ground school atau pelatihan teori berlangsung intensif selama 3 hingga 5 hari kerja. Materi yang disampaikan meliputi 12 area pengetahuan aeronautika sesuai standar CASR Part 107, mulai dari regulasi penerbangan, meteorologi, hingga navigasi.

Setelah menuntaskan pelatihan teori dan praktik, Anda akan menerima sertifikat pelatihan dari UASTC. Sertifikat ini menjadi salah satu dokumen utama yang akan diajukan ke DKPPU. Bersamaan dengan itu, beberapa dokumen pribadi lainnya perlu disiapkan, seperti KTP, SIM, atau paspor yang masih berlaku, serta foto latar belakang merah ukuran standar. Yang krusial adalah surat keterangan sehat dari dokter, yang masa berlakunya hanya 72 jam. Oleh karena itu, surat ini harus diurus mendekati waktu pengajuan dokumen ke SIDOPI GO.

Proses persiapan dokumen ini, jika semua sudah tersedia kecuali surat sehat, bisa diselesaikan dalam 1 hingga 3 hari. Ketersediaan semua dokumen dalam format digital yang jelas akan sangat membantu mempercepat proses pengunggahan di sistem SIDOPI GO. Pastikan tidak ada dokumen yang terlewat atau tidak memenuhi standar.

Pengajuan Melalui SIDOPI GO dan Proses Review DKPPU

Setelah semua dokumen siap, langkah selanjutnya adalah pengajuan melalui sistem SIDOPI GO, platform resmi dari Kementerian Perhubungan untuk pengelolaan drone dan pilotnya. Anda perlu membuat akun, melengkapi profil, dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan. Proses pendaftaran di SIDOPI GO sendiri relatif cepat, namun verifikasi akun oleh admin SIDOPI bisa memakan waktu 1-5 hari kerja.

Setelah dokumen diunggah, berkas Anda akan masuk ke antrean review oleh DKPPU. Tahap ini seringkali menjadi yang paling tidak terduga durasinya. Dalam kondisi normal, proses review bisa selesai dalam 1 hingga 2 minggu. Namun, jika volume pengajuan sedang tinggi atau ada kebijakan baru, durasinya bisa molor hingga 3-4 minggu atau lebih. Jika ada dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai, berkas akan dikembalikan untuk dilengkapi, yang berarti Anda harus mengunggah ulang dan kembali mengantre.

Penting untuk diingat bahwa tidak ada biaya yang dikenakan oleh Kemenhub untuk proses pengajuan dan penerbitan RPC ini. Biaya hanya timbul dari pelatihan di UASTC dan pengurusan surat keterangan sehat. Memastikan kelengkapan dan keabsahan dokumen sejak awal adalah kunci untuk menghindari penundaan di tahap review DKPPU ini.

Jadwal Ujian dan Penerbitan RPC

Setelah berkas dinyatakan lolos review oleh DKPPU, Anda akan menerima notifikasi jadwal ujian dari SIDOPI GO. Jeda waktu antara lolos review dan jadwal ujian yang tersedia sangat bervariasi, karena bergantung pada kalender ujian yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan ketersediaan slot. Dalam beberapa kasus, jeda ini bisa singkat, namun tidak jarang juga menambah beberapa minggu pada total waktu proses.

Ujian sertifikasi terdiri dari dua komponen utama, ujian teori pilihan ganda dan ujian praktik di lapangan. Ujian teori menguji pemahaman Anda terhadap 12 area pengetahuan aeronautika dengan passing grade minimal 70%. Ujian praktik akan menilai kemampuan Anda mengoperasikan drone sesuai standar keselamatan dan prosedur. Jika kedua ujian dijadwalkan di hari yang berbeda, tentu saja ini akan menambah durasi keseluruhan.

Setelah dinyatakan lulus ujian teori dan praktik, proses penerbitan RPC akan berlangsung relatif cepat, biasanya dalam 3 hingga 7 hari kerja. RPC akan diterbitkan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan dapat diakses secara digital melalui akun SIDOPI GO Anda. Sejak tanggal penerbitan ini, RPC Anda berlaku selama 12 bulan dan Anda sudah legal untuk mengoperasikan drone untuk tujuan komersial sesuai batasan CASR Part 107. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang biaya, Anda bisa membaca artikel kami tentang estimasi biaya sertifikasi pilot drone di Indonesia.

Baca Juga

Sertifikat Remote Pilot Hilang atau Rusak? Begini Prosedur Penerbitan Ulangnya

Seorang pilot drone memeriksa dokumen sertifikasi yang rusak di meja

Perencanaan yang Matang untuk Efisiensi Waktu

Melihat estimasi waktu di setiap tahapan, total durasi proses sertifikasi pilot drone bisa bervariasi antara 6 minggu hingga 3 bulan. Angka ini adalah perkiraan dan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, seperti kecepatan review DKPPU dan ketersediaan jadwal ujian. Oleh karena itu, perencanaan yang matang adalah kunci.

Jika Anda memiliki proyek yang membutuhkan sertifikasi dalam waktu dekat, sangat disarankan untuk memulai proses jauh-jauh hari. Jangan menunggu hingga satu atau dua minggu sebelum proyek dimulai. Memulai proses setidaknya 3 bulan sebelum deadline proyek akan memberikan Anda kelonggaran waktu yang cukup untuk menghadapi potensi penundaan. Remote Pilot Academy siap membantu Anda dalam setiap langkah proses ini, mulai dari pelatihan hingga pendampingan pengajuan dokumen.

Dengan persiapan yang baik, Anda dapat memastikan bahwa semua persyaratan terpenuhi dan proses sertifikasi berjalan seefisien mungkin. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bagaimana kami dapat mendukung perjalanan Anda menjadi remote pilot bersertifikat, jangan ragu untuk menghubungi tim kami.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.