Industri pesawat udara tanpa awak (drone) di Indonesia tidak lagi sekadar hobi, melainkan telah menjadi sektor profesional dengan potensi pertumbuhan karier yang signifikan. Dalam lima tahun ke depan, peran pilot drone bersertifikat akan semakin krusial, didorong oleh perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan regulasi yang semakin matang. Memiliki Sertifikasi Remote Pilot (RPC) bukan hanya sekadar formalitas, melainkan investasi strategis untuk masa depan profesional Anda.
Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 63 Tahun 2021 tentang Sistem Pendaftaran dan Perizinan Pesawat Udara Tanpa Awak (SPUKTA) serta PM 37 Tahun 2020 adalah dasar hukum yang mengatur operasional drone di Indonesia. Kedua regulasi ini menjadi fondasi bagi tuntutan kepatuhan dan standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap pilot. Dengan adanya UU Ruang Udara yang disahkan pada tahun 2025, aspek keamanan wilayah udara semakin dikuatkan, berimplikasi pada prosedur operasional dan pentingnya sertifikasi yang valid.
Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) sebagai otoritas tetap menjadi lembaga yang berwenang mengeluarkan RPC. Seluruh proses administrasi, mulai dari pendaftaran hingga penerbitan sertifikat, kini terintegrasi secara digital melalui platform SIDOPI GO. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem drone yang teratur dan profesional, sekaligus membuka jalan bagi pilot bersertifikat untuk mengisi berbagai posisi strategis di berbagai sektor industri.
Meningkatnya Kebutuhan Pilot Drone Bersertifikat di Berbagai Sektor Industri
Peluang karier bagi pilot drone bersertifikat di Indonesia semakin terbuka lebar. Sektor pemetaan, misalnya, adalah tulang punggung industri drone komersial di Indonesia. Proyek-proyek infrastruktur pemerintah berskala besar, seperti tol Trans-Sumatra, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga program food estate, semuanya membutuhkan data pemetaan udara yang akurat dan cepat. Perusahaan survei, konsultan properti, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara rutin memerlukan pilot drone untuk akuisisi data lapangan.
Selain pemetaan, sektor pertanian juga menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan luar biasa di Indonesia. Operator drone sprayer seperti DJI Agras telah menjadi profesi tersendiri di sentra-sentra pertanian seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan. Pilot yang menguasai pengolahan data dengan perangkat lunak seperti Agisoft Metashape atau DJI Terra memiliki nilai tambah signifikan, membedakan mereka dari pilot biasa dan berpotensi mendapatkan penghasilan jauh lebih tinggi.
Tidak hanya itu, sektor lain seperti inspeksi infrastruktur (energi, telekomunikasi), pengawasan keamanan, dan bahkan pengiriman logistik (drone kargo) juga menunjukkan peningkatan permintaan. Aturan operasi drone dari Kementerian Perhubungan yang sedang disiapkan untuk tahun 2026 akan semakin menata tata kelola operasi harian, termasuk aspek interoperabilitas dengan sistem pengelolaan ruang udara nasional. Ini berarti akan ada lebih banyak kesempatan bagi pilot dengan kompetensi spesifik di berbagai jenis operasi.
Tantangan dan Evolusi Regulasi Drone di Indonesia
Meskipun prospeknya cerah, industri drone juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal regulasi yang terus berkembang. Rancangan aturan baru Kemenhub yang akan menyempurnakan PM 37 Tahun 2020 dan PM 63 Tahun 2021 akan fokus pada penataan tata kelola operasi harian, termasuk siapa yang boleh mengoperasikan, di ruang udara mana, dan dengan tingkat risiko seperti apa. Pendekatan ini akan bergerak ke model yang lebih berbasis risiko operasi, bukan hanya klasifikasi berat drone semata.
Ini berarti operasi sederhana berisiko rendah akan tetap bisa berjalan dengan prosedur ringkas, sementara operasi di area sensitif, area padat, atau skenario di luar Visual Line of Sight (BVLOS) akan menuntut asesmen keselamatan dan kelengkapan dokumen yang lebih ketat. Bagi pelaku usaha drone, sinyal kebijakan ini mengindikasikan pentingnya menyiapkan dokumen operasi internal, manual operasi, catatan perawatan armada, logbook misi, hingga SOP respons insiden.
Untuk personel, isu kompetensi akan menjadi titik utama. Standar sertifikasi pilot drone kemungkinan akan makin terkait dengan profil operasi yang dijalankan, bukan sekadar formalitas administratif. Pilot yang menargetkan kontrak pemerintah, energi, atau infrastruktur akan menghadapi persyaratan bukti kompetensi yang lebih detail dan spesifik, memperkuat posisi mereka yang memiliki sertifikasi komprehensif.
Membangun Karier Pilot Drone yang Berkelanjutan
Untuk masuk ke industri drone yang terus bertumbuh ini, jalur paling realistis adalah dengan mengambil sertifikasi remote pilot terlebih dahulu, kemudian membangun jam terbang dan portofolio yang relevan. Sertifikasi dasar untuk drone di bawah 7 kg, sertifikasi lanjutan untuk drone 7-25 kg, hingga sertifikasi untuk operasi BVLOS atau khusus pertanian, semuanya akan membuka pintu peluang yang berbeda.
Investasi total untuk menjadi pilot drone bersertifikat berkisar antara Rp 15-35 juta, termasuk biaya pelatihan, drone untuk latihan, dan akomodasi. Biaya ini sebanding dengan prospek gaji dan penghasilan yang bisa didapatkan, mulai dari Rp 5-8 juta per bulan untuk pilot pemetaan dasar, hingga Rp 12-20 juta bagi mereka yang menguasai pengolahan data, atau bahkan Rp 15-40 juta per bulan bagi pemilik unit drone sprayer di musim puncak.
Masa depan karier pilot drone di Indonesia sangat menjanjikan, asalkan dibekali dengan kompetensi dan sertifikasi yang tepat. Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi bagian dari revolusi industri ini, Remote Pilot Academy menyediakan berbagai program pelatihan yang sesuai dengan standar DKPPU. Kunjungi halaman program pelatihan kami untuk menemukan jalur yang tepat bagi Anda, dan jadilah pionir dalam industri drone yang dinamis ini.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.



