Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Pelatihan Drone Matrice 400 untuk Akuisisi Data LiDAR Digelar di Dabo Singkep

Kembali ke Blog
Kegiatan30 Juli 20264 menit baca

Pelatihan Drone Matrice 400 untuk Akuisisi Data LiDAR Digelar di Dabo Singkep

Remote Pilot Academy menggelar pelatihan drone Matrice 400 selama tiga hari di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, untuk tim dari PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia, mulai dari teori hingga pengolahan data LiDAR dengan DJI Terra dan Global Mapper.

Peserta dan instruktur pelatihan drone Matrice 400 berfoto bersama di Dabo Singkep, Kepulauan Riau

Remote Pilot Academy menyelenggarakan pelatihan drone Matrice 400 selama tiga hari di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, pada tanggal 13 hingga 15 Juli 2026. Pelatihan ini diikuti oleh tim dari PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia, dua perusahaan yang beroperasi di kawasan Kabupaten Lingga tersebut.

Fokus utama pelatihan ini ada pada akuisisi dan pengolahan data LiDAR menggunakan drone Matrice 400, mulai dari dasar penerbangan hingga menghasilkan data siap pakai untuk kebutuhan pemetaan lapangan. Program disusun secara bertahap selama tiga hari agar peserta benar-benar memahami keseluruhan alur kerja, bukan hanya sisi teknis menerbangkan drone semata.

Seluruh sesi pelatihan dipandu langsung oleh Liu Purnomo, instruktur sekaligus pendiri Remote Pilot Academy, yang turun langsung ke lapangan bersama tim peserta selama tiga hari penuh.

Peserta dan instruktur pelatihan drone Matrice 400 berfoto bersama di Dabo Singkep, Kepulauan Riau

Hari Pertama Diisi Materi Teori dan Regulasi Penerbangan

Hari pertama pelatihan dibuka dengan sesi kelas teori yang membahas dasar pengoperasian drone Matrice 400, mulai dari pengenalan komponen, sistem sensor, hingga karakteristik penerbangan platform enterprise ini.

Peserta juga dibekali materi regulasi penerbangan drone yang berlaku di Indonesia, termasuk prosedur keselamatan kerja yang wajib dipahami sebelum tim turun ke lapangan pada hari berikutnya. Materi ini penting mengingat lokasi pelatihan berada di kawasan yang memiliki karakteristik medan dan aktivitas lapangan tersendiri.

Sesi teori ditutup dengan pembahasan dasar teknologi LiDAR pada drone, termasuk cara kerja sensor dalam menangkap data titik tiga dimensi yang nantinya akan diakuisisi langsung pada hari kedua. Bagi yang penasaran dengan salah satu payload LiDAR terbaru di ekosistem Matrice 400, kami sudah membahasnya lebih dalam di review Zenmuse L3.

Praktik Lapangan di Hari Kedua, dari Manuver Dasar hingga Akuisisi Data LiDAR

Memasuki hari kedua, peserta langsung terjun ke praktik lapangan. Sesi dibuka dengan latihan manuver dasar penerbangan drone Matrice 400 agar peserta terbiasa dengan respons kendali platform ini sebelum menjalankan misi yang lebih kompleks.

Setelah manuver dasar dikuasai, pelatihan dilanjutkan dengan praktik penerbangan khusus untuk akuisisi data LiDAR di area yang telah ditentukan. Peserta belajar menyusun flight plan yang efisien, mengatur parameter akuisisi, dan memastikan cakupan area terekam dengan baik selama misi berlangsung.

Praktik lapangan ini menjadi bagian paling krusial dari keseluruhan program, karena kualitas data yang diakuisisi pada tahap inilah yang akan menentukan hasil akhir pengolahan data pada hari ketiga.

Drone Matrice 400 terbang saat sesi akuisisi data LiDAR di Dabo Singkep Peserta pelatihan mengamati penerbangan drone Matrice 400 saat praktik lapangan

Pengolahan Data LiDAR dengan DJI Terra dan Global Mapper di Hari Penutup

Hari ketiga difokuskan sepenuhnya pada pengolahan data hasil akuisisi hari sebelumnya. Peserta diperkenalkan pada workflow pengolahan data LiDAR menggunakan DJI Terra, mulai dari impor data mentah hingga menghasilkan point cloud yang sudah terkalibrasi.

Setelah data diproses di DJI Terra, peserta melanjutkan pengolahan lebih lanjut menggunakan Global Mapper untuk kebutuhan analisis dan visualisasi data secara lebih mendalam. Kombinasi kedua software ini memberikan peserta gambaran lengkap alur kerja LiDAR dari akuisisi hingga output akhir, sesuatu yang juga kami bahas lebih luas di panduan memilih software pengolahan data drone.

Pelatihan hari ketiga ditutup dengan evaluasi hasil pengolahan data bersama seluruh peserta, memastikan setiap orang memahami setiap tahapan sebelum kembali menerapkannya secara mandiri di lapangan kerja masing-masing.

Tim peserta pelatihan drone Matrice 400 dari PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia

Baca Juga

Bimbingan Teknis Pemetaan Udara dan Sertifikasi Pilot UAV Digelar untuk Tim Project M4CR

Peserta dan instruktur berfoto bersama di depan banner kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Udara dan Sertifikasi Pilot UAV di Avenzel Hotel Cibubur

PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia sebagai Peserta Pelatihan

Dabo Singkep, lokasi penyelenggaraan pelatihan ini, berada di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, sebuah kawasan yang sejak lama dikenal dengan aktivitas pertambangan di pulau tersebut. Kebutuhan pemetaan berbasis data LiDAR menjadi relevan bagi perusahaan tambang, sejalan dengan berbagai manfaat drone untuk pengukuran volumetrik stockpile yang sudah lebih dulu banyak diadopsi di industri pertambangan.

PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia mengirimkan tim mereka untuk mengikuti pelatihan ini secara penuh selama tiga hari, mulai dari sesi teori hingga praktik pengolahan data. Keterlibatan dua perusahaan sekaligus dalam satu program menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi drone LiDAR di kawasan ini bukan sekadar kebutuhan satu organisasi saja.

Dengan mengikuti pelatihan langsung di lokasi kerja mereka, tim dari kedua perusahaan dapat langsung mempraktikkan materi pada kondisi medan yang sebenarnya, bukan sekadar simulasi di lokasi pelatihan umum yang belum tentu merepresentasikan kondisi lapangan mereka sehari-hari.

Instruktur Liu Purnomo bersama peserta pelatihan drone Matrice 400 di Dabo Singkep

Bekal Baru bagi Tim Lapangan di Kepulauan Riau

Pelatihan tiga hari ini memberi tim dari PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia bekal yang lengkap, mulai dari pemahaman regulasi, kemampuan menerbangkan drone Matrice 400 secara aman, hingga kompetensi mengolah data LiDAR menjadi informasi yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan di lapangan.

Program semacam ini menunjukkan bagaimana In-House Training Remote Pilot Academy bisa disesuaikan langsung dengan kebutuhan spesifik perusahaan, termasuk platform drone dan software pengolahan data yang memang sudah dipakai di lingkungan kerja mereka. Bagi perusahaan lain yang ingin membangun kompetensi serupa, program Fotogrametri & Pemetaan Udara kami membahas lebih dalam sisi teknis pengolahan data pemetaan, sementara Sertifikasi Remote Pilot (RPC) tetap jadi fondasi dasar bagi siapa pun yang ingin menekuni operasional drone secara profesional.

Bagi yang ingin memahami lebih jauh platform yang dipakai dalam pelatihan ini, ulasan lengkap kami mengenai DJI Matrice 400 membahas spesifikasi dan keunggulannya secara lebih rinci.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.