Dunia penerbangan tanpa awak di Indonesia terus berkembang pesat, seiring dengan semakin banyaknya aplikasi drone di berbagai sektor industri. Namun, popularitas ini juga diiringi dengan kebutuhan akan regulasi yang jelas dan standar kompetensi pilot yang terukur. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2021 telah menetapkan kerangka sertifikasi yang komprehensif, salah satunya adalah klasifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) berdasarkan kategori berat drone.
Memahami perbedaan antara kategori drone kecil, menengah, dan besar bukan sekadar formalitas. Ini adalah fondasi penting bagi setiap calon remote pilot, terutama yang berencana beroperasi secara komersial, untuk memastikan mereka memiliki kualifikasi yang sesuai dengan jenis wahana dan tingkat risiko operasional yang akan dihadapi. Sertifikasi yang tepat akan menentukan legalitas dan keselamatan penerbangan Anda.
Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan utama antara ketiga kategori RPC tersebut, memberikan gambaran jelas tentang implikasi bagi pilot, serta membantu Anda menentukan jalur sertifikasi yang paling relevan dengan tujuan profesional Anda.
Dasar Hukum dan Klasifikasi Awal RPC
Remote Pilot Certificate (RPC) merupakan bukti kompetensi individu yang sah untuk mengoperasikan pesawat udara tanpa awak (PUTA) atau drone untuk keperluan komersial. Penerbitan RPC diatur secara ketat oleh DKPPU, di mana prosesnya melibatkan pelatihan di UAS Training Center (UASTC) terakreditasi, ujian teori, dan ujian praktik yang semuanya terintegrasi melalui sistem SIDOPI GO.
Pada dasarnya, RPC adalah fondasi bagi setiap pilot drone komersial di Indonesia. Tanpa RPC, operasi drone untuk tujuan profesional atau melampaui batas rekreasi tidak diizinkan. Pemegang RPC dasar berhak mengoperasikan drone dalam kondisi operasi standar seperti Visual Line of Sight (VLOS), pada siang hari, di wilayah udara kelas G, dengan ketinggian maksimum 400 kaki AGL.
Klasifikasi RPC sendiri tidak hanya didasarkan pada tipe wahana (multirotor, fixed-wing, VTOL) tetapi juga pada kategori berat operasional drone. Kategori berat ini sangat krusial karena drone yang lebih berat secara inheren membawa risiko yang lebih tinggi jika terjadi insiden, sehingga memerlukan tingkat kompetensi dan prosedur yang lebih ketat dari pilotnya.
RPC Kategori A, Drone Ringan untuk Fleksibilitas Tinggi
RPC Kategori A adalah jenis sertifikasi yang paling umum dan banyak diambil oleh para profesional di berbagai bidang. Sertifikasi ini dirancang khusus untuk pengoperasian drone dengan massa lepas landas maksimum di bawah 7 kilogram. Contoh drone yang masuk dalam kategori ini sangat beragam, mulai dari DJI Mavic series, Phantom series, hingga beberapa model Autel Robotics.
Persyaratan untuk mendapatkan RPC Kategori A relatif lebih ringan dibandingkan kategori di atasnya, menjadikannya titik masuk yang ideal bagi banyak fotografer udara, surveyor skala kecil, inspektor, atau operator pertanian yang menggunakan drone kompak. Meskipun demikian, calon pilot tetap wajib mengikuti pelatihan di UAS Training Center resmi dan lulus serangkaian ujian yang telah ditetapkan DKPPU.
Dengan RPC Kategori A, pilot dapat melakukan berbagai misi komersial seperti fotografi dan videografi udara, pemetaan area terbatas, inspeksi visual, hingga aplikasi pertanian presisi di lahan yang tidak terlalu luas. Ini adalah pilihan yang solid bagi mereka yang ingin memulai karier di industri drone dengan investasi awal yang tidak terlalu besar.
RPC Kategori B, Menengah untuk Misi yang Lebih Kompleks
Naik satu tingkat, RPC Kategori B ditujukan bagi pilot yang akan mengoperasikan drone dengan massa lepas landas antara 7 hingga 25 kilogram. Kategori ini mencakup drone dengan kemampuan angkut beban yang lebih besar, daya tahan baterai yang lebih lama, dan seringkali dilengkapi dengan sensor yang lebih canggih. Contoh drone di kategori ini bisa berupa DJI Matrice 300 RTK atau Matrice 350 RTK dengan konfigurasi muatan tertentu.
Persyaratan untuk mendapatkan RPC Kategori B sedikit lebih ketat, termasuk potensi jam terbang minimum yang lebih tinggi sebelum ujian praktik untuk memastikan bahwa pilot memiliki pengalaman yang cukup dalam menangani wahana yang lebih besar dan berpotensi lebih kompleks. Pelatihan yang mendalam tentang karakteristik aerodinamika drone yang lebih berat, manajemen baterai, dan prosedur darurat menjadi sangat penting.
Pilot dengan RPC Kategori B seringkali terlibat dalam proyek pemetaan topografi skala menengah, inspeksi infrastruktur yang lebih detail, survei pertambangan, atau aplikasi pertanian dan perkebunan yang membutuhkan drone dengan kapasitas muatan spesifik, misalnya untuk penyemprotan. Jika Anda berencana melakukan operasi yang membutuhkan drone dengan performa dan kapasitas muatan lebih, Kategori B adalah pilihan yang tepat.
Baca Juga
Sertifikasi Remote Pilot, Fondasi Legalitas & Profesionalisme Operator Drone Komersial

RPC Kategori C, Drone Berat dan Operasi Berisiko Tinggi
RPC Kategori C adalah sertifikasi tertinggi dalam klasifikasi berat drone, diperuntukkan bagi pilot yang mengoperasikan drone dengan massa lepas landas di atas 25 kilogram. Kategori ini juga mencakup operasi khusus lainnya seperti Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) atau penerbangan malam dengan izin khusus. Drone di kategori ini seringkali adalah wahana custom-built atau model industri besar yang dirancang untuk tugas-tugas berat seperti pengiriman kargo, survei area sangat luas, atau pemadaman api.
Persyaratan untuk mendapatkan RPC Kategori C adalah yang paling ketat, menyerupai lisensi pilot pesawat ringan dalam hal kelengkapan dokumen dan uji kompetensi. Pilot harus menunjukkan pemahaman mendalam tentang regulasi penerbangan, manajemen risiko yang komprehensif, dan kemampuan untuk merencanakan serta melaksanakan misi yang sangat kompleks. Perusahaan besar yang beroperasi dengan drone skala industri sangat membutuhkan pilot dengan sertifikasi ini.
Operasi di bawah Kategori C memerlukan perencanaan yang sangat detail, koordinasi dengan pihak berwenang, dan seringkali melibatkan tim pendukung di lapangan. Contoh aplikasinya meliputi inspeksi jaringan listrik atau pipa minyak yang panjang, pengiriman logistik di area terpencil, atau pemantauan lingkungan berskala besar. Kualifikasi ini membuka pintu bagi peluang karier di segmen paling menantang dan bergaji tinggi di industri drone.
Memilih Jalur Sertifikasi yang Tepat untuk Anda
Keputusan tentang jenis sertifikasi dan rating apa yang Anda butuhkan harus selalu dimulai dari analisis kebutuhan operasional Anda. Pertimbangkan jenis drone yang akan Anda operasikan secara rutin dan jenis misi yang akan Anda emban. Apakah Anda akan fokus pada fotografi udara dengan drone di bawah 7 kg, ataukah Anda akan mengelola proyek pemetaan skala besar dengan drone yang lebih berat?
Tidak perlu terburu-buru mengambil sertifikasi tertinggi jika kebutuhan operasional Anda belum sampai ke sana. Mulailah dengan RPC yang paling relevan, dan Anda selalu bisa mengembangkan kompetensi Anda melalui pelatihan lanjutan atau rating tambahan di masa depan. Misalnya, jika Anda berencana terjun ke sektor pertanian, selain RPC, Anda mungkin juga akan membutuhkan pelatihan spesifik drone untuk pertanian dan perkebunan.
Remote Pilot Academy, sebagai Approved Training Provider (ATP) yang diakui oleh DKPPU, siap membantu Anda menavigasi kompleksitas ini. Kami menyediakan berbagai program pelatihan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi di setiap kategori, memastikan Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk beroperasi secara aman dan legal. Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut dan temukan jalur sertifikasi yang paling sesuai dengan ambisi Anda di industri drone.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.


