
Penerapan drone untuk pemetaan lahan presisi, pemantauan tanaman, dan perencanaan pertanian/perkebunan berbasis data udara.
Sektor pertanian dan perkebunan semakin mengandalkan drone untuk memantau kondisi tanaman, memetakan sebaran lahan, dan merencanakan tindak lanjut secara presisi. Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan akuisisi dan analisis data udara untuk kebutuhan tersebut.
Materi mencakup studi kasus pemetaan lahan, termasuk area khusus seperti lahan gambut dan perkebunan yang memerlukan perencanaan tindakan berbasis data spasial.


“good consultant and training for mapping project”

Supriyanto Yusuf
Karyawan Swasta
“Terima kasih kepada Pak Liu dan Tim Instruktur yang telah mendampingi, sangat bermanfaat. Semoga wawasan yang diperoleh dapat dikembangkan di wilayah masing-masing untuk pemerataan pembangunan di Indonesia.”

Felix Belawing
Pegawai Pemerintahan
“Terimakasih atas pelatihan nya pak liu, sukses terus & sehat selalu 🔥”

Aep Pogba
Karyawan Swasta
“Terima kasih atas pelatihannya pak liu 🙏”

Ahmad Ridho Sastra
Staff Kementerian
“Bagus juga pelatihannya, profesional, jadi kepingin terus”

Eko Budiharto
Staff Kementerian
“Senang bisa belajar oleh pak Liu, mantaf profesional”
Ugan Rock
Karyawan Swasta
“Menyenangkan join bersama pak Liu dan tim 👍👍”
Suryati Mosliem
Pilot Drone
“Terima kasih atas pelatihannya”

Eka Sophian
Pegawai Kementerian
“Trainer Pa Liu, sangat baik dalam memberikan materi, jelas dalam memberikan contoh, semua pertanyaan dijawab dengan baik, teknis pengoperasian drone, RC, checklist, menu pada RC cukup jelas. Terima kasih Pa Liu.”

R Vicky Mohammad Taufik, S.Kom
Karyawan Swasta
Program ini berfokus pada pemetaan dan analisis data presisi, dengan pengenalan dasar pertimbangan drone spraying. Untuk sertifikasi operator spraying secara khusus dapat dikonsultasikan terpisah dengan tim kami.
Relevan untuk perkebunan sawit, lahan pertanian umum, hingga lahan khusus seperti gambut.
Tim agronomi, penyuluh pertanian, dan operator drone yang melayani sektor agrikultur.
Tidak wajib. Materi mencakup dasar interpretasi citra yang bisa dipelajari peserta umum.
Ya, peserta akan mengikuti studi kasus dan praktik akuisisi data lapangan.