Drone, atau pesawat udara tanpa awak (PUCA), telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap teknologi modern. Namun, perjalanan panjang teknologi ini, khususnya di Indonesia, jauh melampaui sekadar hobi fotografi udara. Dari aplikasi militer rahasia hingga menjadi tulang punggung operasi bisnis profesional, evolusi drone telah membuka era baru inovasi dan peluang.
Awal Mula 'Drone' dan Perkembangannya di Dunia
Konsep pesawat tanpa awak sejatinya telah ada sejak abad ke-19. Pada tahun 1849, Austria tercatat menggunakan balon udara berisi bom untuk menyerang Venesia, yang dianggap sebagai penggunaan pertama pesawat tanpa awak dalam sejarah peperangan. Perkembangan signifikan muncul selama Perang Dunia I, dengan munculnya Ruston Proctor Aerial Target yang dikendalikan radio, dan Kettering Bug dari Amerika Serikat pada tahun 1917, dirancang sebagai torpedo udara.
Istilah 'drone' sendiri diyakini berasal dari DH.82B Queen Bee, pesawat latih tanpa awak yang digunakan Inggris pada tahun 1935 untuk latihan menembak. Setelah era Perang Dunia, pengembangan drone berlanjut di sektor militer, namun baru pada awal 2000-an, teknologi ini mulai menyasar pasar sipil dan komersial. Puncaknya adalah rilis DJI Phantom pada tahun 2013, yang memicu ledakan penggunaan drone untuk fotografi, videografi, dan berbagai aplikasi sipil lainnya.
Perjalanan Drone di Indonesia, Dari Pengintai Militer ke Solusi Industri
Di Indonesia, sejarah drone dimulai pada tahun 1978, ketika PT Chandara Dirgantara dan LAPAN berkolaborasi mengembangkan XTG-1, drone pengintai militer pertama buatan dalam negeri. Proyek ini menjadi fondasi bagi pengembangan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di Indonesia. Memasuki awal 2000-an, lembaga seperti PT Dirgantara Indonesia, BPPT, dan LAPAN semakin aktif mengembangkan drone untuk keperluan sipil, salah satunya Wulung UAV yang digunakan TNI untuk pemantauan perbatasan. Indonesia juga berhasil mengembangkan Elang Hitam, drone tempur pertama yang dibuat di dalam negeri, menandakan kemajuan signifikan industri pertahanan kita.
Seiring dengan perkembangan global, drone di Indonesia juga mulai merambah sektor komersial. Petani di Indonesia kini menggunakan drone untuk pemetaan lahan dan penyemprotan pupuk, dan industri perfilman serta jurnalisme memanfaatkan drone untuk pengambilan gambar udara yang dramatis. Bidang lain yang juga mengadopsi drone meliputi pemantauan lingkungan, pertanian pintar, pemetaan wilayah, pertambangan, hingga logistik.
Regulasi dan Sertifikasi Drone di Indonesia
Meningkatnya penggunaan drone secara masif, baik untuk hobi maupun keperluan komersial, tentu memerlukan regulasi yang jelas demi keselamatan penerbangan dan kepentingan nasional. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan peraturan mengenai pengoperasian drone di Indonesia, yang mencakup klasifikasi drone, persyaratan teknis dan administratif, prosedur pengoperasian, hingga sanksi bagi pelanggar. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai regulasi ini dalam artikel kami tentang Panduan Lengkap Regulasi Drone Komersial di Indonesia Berdasarkan Aturan DKPPU.
Salah satu aspek krusial adalah registrasi drone dan sertifikasi pilot drone. Otoritas penerbangan di Indonesia mewajibkan registrasi melalui platform SIDOPI (Sistem Informasi Drone Pilot Indonesia) dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU). Registrasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memverifikasi data drone serta pilot, memastikan pengoperasian sesuai ketentuan. Sertifikat Remote Pilot (RPC) yang dikeluarkan memiliki masa berlaku 2 tahun, sedangkan registrasi pesawat udara kecil tanpa awak berlaku 3 tahun. Tanpa terdaftar di SIDOPI, permohonan izin terbang tidak dapat diajukan. Oleh karena itu, mengikuti Sertifikasi Remote Pilot (RPC), Basic Remote Pilot License adalah langkah awal yang mutlak bagi setiap operator drone profesional.
Baca Juga
Mengamankan Ruang Udara Terbatas dengan Teknologi Anti-Drone

Potensi Ekonomi dan Peluang Profesional Industri Drone di Indonesia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri drone adalah sektor masa depan yang harus dikembangkan serius. Data Kemenperin per Mei 2026 mencatat ada 29 perusahaan industri drone nasional, yang menyerap sekitar 853 tenaga kerja dan nilai investasi mencapai Rp7,17 miliar. Pasar drone global diproyeksikan mencapai 48,6 miliar dolar AS pada 2028, dengan pasar nasional diperkirakan menyentuh 93 juta dolar AS.
Peluang karier di industri drone sangat beragam, mulai dari pilot drone profesional untuk Videografi & Fotografi Udara Profesional, survei pemetaan dengan Sertifikasi BNSP Survei Pemetaan Udara, hingga aplikasi khusus di pertanian dan perkebunan. Berbagai sektor industri memanfaatkan drone, membuka jalur karier yang menjanjikan. Artikel kami tentang Prospek Gaji dan Penghasilan Remote Pilot Profesional di Indonesia dapat memberi Anda gambaran lebih jelas tentang potensi penghasilan di bidang ini.
Masa Depan Drone di Indonesia
Masa depan drone di Indonesia terlihat sangat cerah, didukung oleh kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan drone beroperasi secara mandiri. Pemerintah melalui Kemenperin terus memberikan dukungan untuk memperkuat daya saing industri drone lokal, termasuk fasilitasi sertifikasi TKDN, pendampingan ISO, dan perluasan akses pasar ekspor. Dengan fondasi regulasi yang semakin matang dan dukungan industri, drone akan terus menjadi pendorong inovasi dan efisiensi di berbagai sektor.
Bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari masa depan industri drone yang dinamis ini, Remote Pilot Academy menyediakan berbagai program pelatihan dan sertifikasi yang komprehensif. Kunjungi halaman pelatihan kami untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memulai atau meningkatkan karier Anda sebagai remote pilot profesional.

Ditulis oleh
Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia
Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.


