Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Panduan Lengkap Persiapan In-House Training Drone untuk Perusahaan

Kembali ke Blog
Panduan7 Agustus 20264 menit baca

Panduan Lengkap Persiapan In-House Training Drone untuk Perusahaan

In-house training sertifikasi drone menawarkan solusi efisien bagi perusahaan yang ingin melatih tim pilot mereka sendiri. Artikel ini membahas persiapan krusial agar program berjalan lancar dan efektif.

Seorang instruktur drone sedang memberikan pelatihan teori kepada tim di ruang meeting.

Mengintegrasikan teknologi drone ke dalam operasional perusahaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Namun, keberhasilan implementasi ini sangat bergantung pada kapabilitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Untuk perusahaan dengan tim yang membutuhkan sertifikasi Remote Pilot secara kolektif, program in-house training menjadi solusi yang kian diminati. Skema ini memungkinkan pelatihan disesuaikan dengan konteks bisnis spesifik Anda, sekaligus menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan mengirim karyawan satu per satu ke kelas reguler.

Apa Itu In-House Training Sertifikasi Drone?

In-house training adalah program pelatihan dan sertifikasi drone yang diselenggarakan secara eksklusif di lokasi perusahaan atau instansi Anda, dengan materi dan instruktur yang didatangkan langsung dari lembaga pelatihan terakreditasi (UASTC). Hal ini berbeda dengan kelas reguler yang umumnya diadakan di fasilitas UASTC dengan peserta dari berbagai latar belakang. Tujuan utamanya adalah untuk melatih dan mensertifikasi tim pilot drone internal perusahaan agar memenuhi standar Sertifikasi Remote Pilot (RPC) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DKPPU).

Sertifikat yang diterbitkan setelah program in-house training memiliki legitimasi yang setara dengan sertifikat dari kelas reguler. Tidak ada penurunan standar karena pelaksanaan in-house, dan prosedur ujian sertifikasi pun sama persis, diawasi oleh penguji yang ditunjuk DKPPU.

Keunggulan dan Efisiensi Biaya

Salah satu daya tarik utama in-house training adalah efisiensi biaya, terutama jika Anda memiliki sejumlah besar karyawan yang perlu disertifikasi. Biaya per peserta dalam skema in-house umumnya lebih rendah 20-30% dibandingkan kelas reguler, khususnya bagi perusahaan yang berlokasi jauh dari kota penyelenggara UASTC. Penghematan ini berasal dari eliminasi biaya perjalanan, akomodasi, dan konsumsi yang biasanya ditanggung karyawan jika harus bepergian ke luar kota untuk pelatihan.

Selain itu, pelatihan dapat disesuaikan dengan jadwal operasional perusahaan, meminimalkan gangguan terhadap produktivitas. Praktik lapangan juga dapat dilakukan langsung di area kerja sesungguhnya, misalnya di area pertambangan, perkebunan, atau lokasi proyek. Hal ini memungkinkan peserta berlatih dengan skenario nyata dan langsung menggunakan hasil latihan sebagai data kerja. Untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai sertifikasi remote pilot, Anda bisa mengunjungi halaman program kami.

Komponen Biaya In-House Training

Saat merencanakan in-house training, penting untuk memahami komponen biaya yang terlibat. Umumnya, biaya ini mencakup,

  • Fee instruktur, Meliputi honorarium instruktur serta potensi biaya transportasi dan akomodasi jika lokasi Anda di luar kota asal UASTC.
  • Biaya pelatihan per peserta, Mencakup materi, modul, serta penggunaan drone dan peralatan latihan yang disediakan UASTC.
  • Biaya ujian sertifikasi, Biaya yang dibayarkan ke DKPPU melalui mekanisme resmi untuk proses ujian teori dan praktik.
  • Biaya logistik UASTC, Meliputi pengiriman peralatan tambahan, drone cadangan, dan baterai yang diperlukan selama pelatihan.

Perusahaan Anda biasanya akan bertanggung jawab untuk menyediakan,

  • Ruang pelatihan teori yang memadai (misalnya ruang meeting atau aula).
  • Area latihan terbang yang cukup luas dan aman.
  • Konsumsi peserta selama program berlangsung.
  • Transportasi lokal untuk instruktur jika diperlukan.

Baca Juga

Memahami SIDOPI GO, Panduan Lengkap Registrasi Drone dan Sertifikasi Remote Pilot

Seorang pilot drone mengisi formulir pendaftaran online untuk drone mereka.

Persiapan Teknis dan Logistik

1. Penentuan Jumlah Peserta dan Jadwal

Sebagian besar UASTC menetapkan jumlah minimum peserta untuk program in-house, biasanya berkisar 5-8 orang, bahkan ada yang sampai 10 orang. Pastikan jumlah tim Anda memenuhi syarat ini untuk mendapatkan efisiensi maksimal. Jadwal program in-house juga fleksibel, dapat disesuaikan dengan ketersediaan tim. Durasi pelatihan biasanya 3-5 hari, mengikuti struktur umum,

  • Hari 1-2, Ground school (sesi teori mendalam mengenai regulasi, aerodinamika, meteorologi, dan faktor manusia).
  • Hari 3-4, Flight training (praktik penerbangan, penguasaan manuver dasar hingga lanjutan).
  • Hari 5, Ujian teori dan praktik oleh penguji DKPPU.

2. Persiapan Lokasi Pelatihan

Pemilihan dan persiapan lokasi adalah kunci. Untuk sesi teori (ground school), Anda memerlukan ruang kelas atau ruang meeting yang nyaman, dilengkapi proyektor, papan tulis, dan kapasitas yang memadai. Sementara itu, untuk sesi latihan terbang, Anda harus menyiapkan area terbuka yang luas, aman, bebas hambatan, dan jauh dari keramaian.

Jika area latihan berada di ruang udara terkontrol atau area sensitif lainnya, pengurusan izin terbang dengan otoritas terkait (misalnya AirNav Indonesia atau instansi militer) perlu dilakukan jauh hari sebelumnya. UASTC biasanya dapat membantu dalam proses koordinasi ini. Pastikan juga fasilitas pendukung seperti pasokan listrik dan tenda (jika latihan di lapangan terbuka) tersedia.

3. Koordinasi Dokumen dan SIDOPI GO

Sebelum pelatihan dimulai, UASTC akan meminta data peserta untuk pendaftaran awal. Setelah pelatihan selesai, setiap peserta perlu mengajukan berkas secara individual melalui sistem SIDOPI GO. Ingat, [sidopigo.dephub.go.id] SIDOPI GO adalah platform resmi Ditjen Perhubungan Udara untuk pengelolaan sertifikasi remote pilot. Dokumen yang diperlukan meliputi KTP, foto, sertifikat pelatihan dari UASTC, dan surat keterangan sehat dari dokter. Penting untuk diperhatikan bahwa surat keterangan sehat hanya berlaku 72 jam sejak diterbitkan, jadi uruslah mendekati waktu pengajuan ke SIDOPI GO.

Kesimpulan

In-house training sertifikasi drone menawarkan pendekatan yang strategis dan efisien bagi perusahaan untuk mengembangkan kapabilitas operasional drone mereka. Dengan perencanaan yang matang terkait anggaran, logistik, dan koordinasi dengan UASTC terakreditasi, Anda dapat memastikan bahwa tim pilot drone Anda tidak hanya terlatih dengan baik tetapi juga tersertifikasi secara resmi oleh DKPPU. Hal ini krusial untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi drone komersial di Indonesia dan memaksimalkan potensi teknologi drone dalam bisnis Anda.

Remote Pilot Academy siap menjadi mitra Anda dalam menyelenggarakan program in-house training yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda. Kami akan membantu Anda mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga proses sertifikasi. Kunjungi halaman In-House Training kami atau hubungi kami langsung untuk diskusi lebih lanjut.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.