Remote Pilot AcademyRemote Pilot Academy

Memilih Jalur Sertifikasi Pilot Drone, Perbandingan Pelatihan Reguler dan In-House untuk Profesional

Kembali ke Blog
Sertifikasi10 Agustus 20265 menit baca

Memilih Jalur Sertifikasi Pilot Drone, Perbandingan Pelatihan Reguler dan In-House untuk Profesional

Memahami perbedaan antara kelas reguler dan pelatihan in-house sangat krusial bagi individu maupun korporasi yang ingin memperoleh sertifikasi pilot drone di Indonesia. Pilihan ini memengaruhi fleksibilitas, biaya, dan relevansi materi pelatihan.

Seorang instruktur drone menjelaskan komponen drone kepada peserta pelatihan di dalam kelas dan di lapangan.

Untuk setiap profesional yang serius berkarier di industri drone, kepemilikan Sertifikat Remote Pilot (RPC) adalah sebuah keharusan. Regulasi penerbangan sipil di Indonesia, khususnya yang diatur oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), mewajibkan setiap operator drone untuk memiliki lisensi ini. Namun, proses untuk mendapatkan sertifikasi tersebut tidak tunggal, terutama dalam hal format pelatihan yang ditawarkan oleh lembaga terakreditasi seperti Remote Pilot Academy.

Dua jalur utama yang tersedia adalah kelas reguler dan pelatihan in-house (sering juga disebut privat atau eksklusif). Meskipun keduanya bertujuan sama, yakni membekali peserta dengan 12 area pengetahuan aeronautika sesuai standar CASR Part 107 dan keterampilan terbang yang mumpuni, terdapat perbedaan fundamental dalam penyelenggaraan, fleksibilitas, lokasi, dan struktur biaya. Pilihan antara kedua format ini sangat bergantung pada kebutuhan spesifik individu atau perusahaan, skala tim yang akan disertifikasi, serta urgensi waktu.

Memahami nuansa masing-masing pilihan ini adalah langkah awal yang krusial sebelum Anda berkomitmen pada salah satu program. Keputusan yang tepat tidak hanya akan menghemat waktu dan biaya, tetapi juga memastikan bahwa investasi dalam pelatihan tersebut memberikan pengembalian maksimal bagi pengembangan karier atau operasional perusahaan Anda.

Kelas Reguler, Fleksibilitas Individu dan Jaringan Industri

Kelas reguler adalah format pelatihan terbuka yang diselenggarakan oleh Remote Pilot Academy (atau UASTC terakreditasi lainnya) dengan jadwal yang sudah ditentukan. Peserta dari berbagai latar belakang, baik individu maupun perwakilan dari perusahaan yang berbeda, berkumpul dalam satu kelas. Ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, di mana berbagi pengalaman dan membangun jaringan profesional menjadi nilai tambah yang signifikan.

Biasanya, jadwal kelas reguler dibuka secara berkala, bisa mingguan, dua mingguan, atau bulanan, tergantung kapasitas dan permintaan. Peserta yang tertarik perlu menyesuaikan diri dengan jadwal yang tersedia. Lokasi pelatihan umumnya berada di fasilitas Remote Pilot Academy, baik untuk sesi teori di kelas maupun sesi praktik terbang di area yang telah disiapkan dan aman. Bagi peserta yang berasal dari luar kota, perlu diperhitungkan biaya transportasi dan akomodasi tambahan.

Dari segi biaya, kelas reguler dihitung per individu. Menurut beberapa sumber, kisaran biaya pelatihan untuk sertifikasi tingkat dasar dapat berkisar antara Rp 6.000.000 hingga Rp 15.000.000, tergantung paket dan level sertifikasi yang dipilih. Opsi ini sangat cocok bagi individu yang mendaftar secara mandiri, atau perusahaan dengan jumlah peserta yang terlalu sedikit (misalnya 1-3 orang) untuk membenarkan penyelenggaraan kelas in-house.

Pelatihan In-House, Solusi Kustomisasi untuk Korporasi

Berbeda dengan kelas reguler, pelatihan in-house adalah program eksklusif yang dipesan oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk tim mereka. Keunggulan utama dari format ini adalah fleksibilitas dan kustomisasi. Jadwal pelatihan dapat disepakati antara perusahaan dan penyedia pelatihan, memungkinkan penyesuaian yang lebih baik dengan agenda operasional perusahaan, bahkan untuk proyek-proyek dengan tenggat waktu ketat.

Remote Pilot Academy dapat mengirimkan instruktur ke lokasi yang disepakati oleh klien, termasuk kantor perusahaan, fasilitas operasional, atau area praktik yang dimiliki klien. Ini sangat menguntungkan bagi perusahaan yang beroperasi di luar kota besar atau yang memiliki area terbang sendiri, karena dapat mengurangi biaya perjalanan dan akomodasi bagi peserta. Selain itu, materi diskusi dan contoh kasus selama pelatihan dapat disesuaikan agar lebih relevan dengan operasi spesifik dan jenis drone yang digunakan oleh perusahaan.

Meskipun biaya total untuk satu batch pelatihan in-house mungkin terlihat lebih besar dibandingkan satu slot kelas reguler, biaya per kepala umumnya menjadi lebih rendah jika jumlah peserta cukup banyak, biasanya mulai dari 5-8 orang. Ini menjadikan pelatihan in-house pilihan yang lebih efisien dan hemat biaya bagi perusahaan yang perlu mensertifikasi tim dalam jumlah signifikan. Anda bisa melihat lebih jauh tentang opsi ini di halaman In-House Training kami.

Kurikulum dan Standar Kualitas yang Konsisten

Baik kelas reguler maupun in-house, keduanya tetap mengikuti standar kurikulum yang sama dan ketat. Materi teori mencakup 12 area pengetahuan aeronautika yang ditetapkan dalam CASR Part 107, meliputi regulasi penerbangan sipil, klasifikasi wilayah udara, meteorologi operasional, prosedur darurat, aerodinamika, dan faktor manusia dalam operasi drone. Ground school ini umumnya berlangsung 3-5 hari penuh.

Sesi praktik terbang juga identik, melatih peserta dalam inspeksi pra-terbang, lepas landas dan mendarat yang presisi, manuver dasar, penerbangan pola, hingga prosedur darurat. Drone yang digunakan untuk pelatihan disediakan oleh penyedia. Setelah pelatihan selesai, prosedur selanjutnya untuk mendapatkan sertifikasi di SIDOPI GO sama persis bagi kedua jalur ini, dan sertifikat pelatihan yang dikeluarkan memiliki nilai legalitas yang setara di mata DKPPU, selama lembaga pelatihannya terakreditasi resmi.

Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai materi dan jenjang sertifikasi yang lebih tinggi, Anda dapat mengunjungi artikel kami tentang Panduan Lengkap Jenjang Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia. Ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana Anda dapat mengembangkan keahlian Anda lebih jauh.

Baca Juga

Evolusi Regulasi Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia, Dari Awal Hingga Era SIDOPI GO

Seorang pilot drone mengoperasikan drone di depan gedung pencakar langit modern, menunjukkan perkembangan regulasi.

Membuat Keputusan Tepat, Kapan Memilih Reguler, Kapan In-House?

Pilihan antara kelas reguler dan in-house pada akhirnya bergantung pada beberapa faktor kunci. Kelas reguler lebih cocok jika Anda adalah individu yang ingin mendapatkan sertifikasi, memiliki fleksibilitas jadwal, ingin berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang, dan lokasi pelatihan mudah dijangkau. Ini juga merupakan pilihan ideal jika jumlah peserta dari perusahaan Anda terlalu sedikit untuk justifikasi in-house.

Di sisi lain, pelatihan in-house menjadi pilihan yang lebih strategis jika tim yang perlu disertifikasi berjumlah 5 orang atau lebih, perusahaan Anda membutuhkan fleksibilitas jadwal yang tinggi, ingin materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan operasional spesifik, atau berada di lokasi yang sulit dijangkau. Pertimbangan kerahasiaan informasi operasional perusahaan juga bisa menjadi alasan kuat untuk memilih format privat ini. Untuk lebih detail tentang program sertifikasi Remote Pilot (RPC), Anda bisa melihat halaman khusus kami.

Memilih jalur pelatihan yang tepat adalah investasi penting untuk karir Anda sebagai pilot drone profesional atau untuk pengembangan kapasitas tim Anda. Remote Pilot Academy menawarkan kedua opsi ini dengan standar kualitas yang sama, memastikan setiap peserta mendapatkan bekal terbaik untuk menghadapi tantangan di industri drone. Jangan ragu untuk menghubungi kami melalui halaman kontak atau kunjungi halaman program pelatihan kami untuk menemukan opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan mulai langkah Anda menuju sertifikasi.

Liu Purnomo

Ditulis oleh

Liu Purnomo

Founder & CEO, PT Remote Pilot Indonesia

Liu Purnomo adalah profesional industri drone, penulis, dan instruktur bersertifikat dengan lebih dari satu dekade pengalaman di teknologi UAV, pemetaan udara, dan penginderaan jauh (remote sensing). Sebagai Founder Remote Pilot Indonesia, ia berdedikasi untuk memajukan inovasi drone dan pendidikan profesional di Indonesia.